Ketua DPRK Abdya Sidak Pelayanan di RS Teungku Pekan

ACEHTREND.COM, Blangpidie – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Barat Daya (Abdya) melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Teungku Peukan Abdya, Rabu (29/4/2020).

Sidak tersebut dilakukan untuk melihat langsung kondisi rumah sakit terkait adanya informasi bila pelayanan yang diberikan oleh petugas medis kepada masyarakat di rumah sakit itu tidak maksimal.

Dalam sidak itu, Ketua DPRK Abdya Nurdianto ditemani oleh Ketua Komisi D, Ihsan Jufri, anggota DPRK Abdya, Julinardi, Sardiman, Justar, dan Agusri Samhadi.

“Sidak ini kita lakukan sebagai tindak lanjut laporan masyarakat, tapi setelah kita lakukan pengecekan ternyata dokter spesialisnya terlebih dahulu melakukan visit ke ruangan pasien rawat inap, sehingga terkadang mereka telat masuk keruangan poly,” ungkap Ketua DPRK Abdya, Nurdianto.

Dari informasi yang pihaknya dapatkan, selama wabah corona dan bulan puasa, ada perubahan pelayanan pendaftaran pasien atau jam pelayanan lebih dimajukan sedikit dari sebelumnya pukul 8.00 WIB sampai 12.00 WIB, kini dimulai dari pukul 8.00 WIB hingga pukul 10.00 WIB.

“Mungkin selama ini ada juga miskomunikasi antara dokter spesialis dengan perawat di ruangan, yang seharusnya perawat di ruangan poly memberitahukan kepada pasien atau masyarakat bahwa dokter spesialis sedang melakukan pemeriksaan terhadap pasien rawat inap, agar tidak terjadi kesalahpahaman seperti ini,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Rumah Sakit Teungku Peukan Abdya, dr. Adi Arulan Munda mengaku bahwa selama ini komunikasi antara perawat dengan dokter spesialis kurang berjalan dengan baik. Hal itu diakuinya dengan adanya kasus-kasus yang berujung kekecewaan dari masyarakat.

“Selama corona ini, kita juga meminta kepada masyarakat kalau memang tidak emergency supaya untuk menunda dulu berobat ke Rumah Sakit Teungku Peukan Abdya. Terkait mengurangi jam pelayanan, itu semua untuk memperkecil kunjungan masyarakat,” sebutnya.

Ia juga menyebutkan, jika adanya kurang komunikasi petugas dengan dokter spesialis di ruangan, ke depan pihaknya akan memperbaiki untuk lebih baik lagi.

“Ke depan insyaallah akan kita benahi, sehingga tidak ada lagi pasien yang merasa terbengkalai,” pungkasnya.[]

Editor : Ihan Nurdin