Dialihkan Tangani Covid-19, 6 Miliar Dana untuk Wirausaha Pemula di Aceh Ditunda

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Aceh Dr. Wildan, M.Pd.

ACEHTREND.COM, Banda Aceh-Anggaran Rp6 miliar yang dialokasikan untuk 240 orang Wirausaha Pemula (WP) di Aceh, dibatalkan. Seluruh anggaran yang ada di Dinas Koperasi & UMKM Aceh tahun 2020 dialihkan untuk penanganan Covid-19 di Serambi Mekkah.

Dr. Wildan, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Aceh, kepada aceHTrend, Rabu (29/4/2020) sore di kantornya di kawasan Lampineung, Banda Aceh, menjelaskan program WP merupakan rangkaian dari tujuan pemerintah melahirakn calon pelaku ekonomi di Aceh, agar mampu menciptakan lapangan, minimal untuk diri sendiri. Perekrutan WP baru selesai dilakukan pada Maret 2020. Tiap zona yaitu Bireuen, Langsa, Banda Aceh dan Aceh Selatan, masing-masing terpilih 60 CWP. Semuanya melalui seleksi daring.

“Dukungan yang diberikan oleh Pemerintah Aceh melalui Dinas Koperasi dan UMKM Aceh, maksimal 15 juta untuk tiap WP terpilih. Diberikan dalam bentuk barang kebutuhan produksi, atau kebutuhan kerja mereka,” terang Wildan.

Ia menyebutkan, kebutuhan 240 CWP sangat beragam. Sehingga agak menyulitkan pihaknya mencari bahan-bahan yang diperlukan. Total anggaran yang diplot untuk kegiatan tersebut Rp6 miliar. Seluruhnya tender.

“Kendala awal kegiatan ini adalah banyaknya item kebutuhan yang tidak seluruhnya ada di Sumatera. kami harus mencari sampai ke luar Sumatera,” katanya lagi.

Begitu semua kebutuhan sudah ditemukan dimana harus dibeli, sudah masuk bulan April. Tiba-tiba wabah covid-19 melanda Aceh. Pemerintah Aceh–merujuk Pemerintah Pusat, pun melakukan refocusing APBA 2020. Semua kegiatan yang non infrastruktur pun dialihkan. Di Dinas Koperasi dan UMKM Aceh, bukan hanya kegiatan WP yang dialihkan, tapi banyak kegiatan lain juga mengalami nasib yang sama.

“Tahun ini, habis semua anggaran di dinas ini. Sudah di-refocusing untuk covid-19,” katanya.

Ia juga mengatakan, bukan hanya WP yang dikelola oleh dinasnya saja yang terimbas refocusing anggaran. Tapi hal yang sama juga dihadapi oleh CWP yang dibiayai oleh Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia, juga mengalami nasib serupa.

Melalui surat nomor: 149/Dep.2/IV/2020) yang diterbitkan di Jakarta pada 22 April 2020, Plt Deputi Bidang Pembiayaan Kementerian Koperasi dan UMKM Ir. Hanung Harimba Rachman, juga menunda pelaksanaan kegiatan wirausaha pemula.

Sekretaris Dinas Koperasi dan UMKM Aceh Zulfadhli, pada kesempatan yang sama juga memberikan penjelasan, penundaan pemberian alat kebutuhan kerja/produksi untuk 240 wirausaha pemula di Aceh, bukan berarti mereka tidak akan mendapatkannya lagi tahun depan.

Sebab, bila covid-19 ini tertangani cepat, pada tahun 2021, pihaknya kembali mengusulkan anggaran Rp6 miliar untuk pengadaan itu.

“Tahun ini tidak dapat dijalankan karena refocusinganggaran. Ini bukan keinginan kita semua. Tahun depan mereka tidak perlu diseleksi lagi. 240 orang wirausaha pemula yang sudah kami pilih, tidak perlu lagi ikut seleksi. Tinggal kami panggil untuk mendapatkan alat kebutuhan kerja masing-masing, ujar Zulfadhli. []