Hapus Anggaran untuk Wirausaha Pemula, Pengamat Kritik Pemerintah Aceh

Usman Lamreung

ACEHTREND.COM, Banda Aceh-Pengamat Pembangunan Aceh, cum akademisi Universitas Abulyatama Usman Lamreung, menyayangkan konsep refocusing APBA yang dilakukan oleh Pemerintah Aceh. Di satu sisi, membatalkan anggaran untuk pemberdayaan pelaku ekonomi kecil, tapi di sisi lain justru membeli laptop Asus ROG, yang dibuat oleh pabrikan untuk keperluan para gamer kelas berat.

Dalam rilisnya kepada aceHTrend, Jumat (1/5/2020) Usman mengatakan pembatalan pemberian alat produksi untuk 240 wirausaha pemula di Aceh tahun 2020 merupakan preseden buruk pola kebijakan pembangunan. Sektor yang seharusnya digenjot untuk tumbuh di tengah covid-19, justru dibunuh seketika dengan alasan refocusing anggaran.

“Padahal kegiatan itu sangat berguna dalam kondisi wabah ini, membantu usaha masyarakat. Seharusnya Dinas koperasi dan UMKM tidak membatalkan program bantuan wirausaha pemula, karena sangat sesuai dengan kondisi masyarakat sekarang ini, butuh bantuan untuk menghidupkan usahanya,” kata Usman.

Dia membandingkan, di saat seperti ini, Pemerintah Aceh justru meloloskan pembelian laptop Asus Republic of Game (ROG) senilai ratusan juta rupiah. “Untuk apa laptop itu? Apakah covid-19 bisa dihilangkan dengan laptop yang diperuntukkan untuk gamers profesional kelas berat? Kok fokus pembangunan Aceh jadi aneh?” kata Usman setengah bertanya.

Dia meminta Pemerintah Aceh melalui dinas terkait, memperjuangkan kembali anggaran senilai 6 miliar Rupiah yang sebelumnya telah masuk skema refocusing. “Harus diperjuangkan lagi. Pemerintah Aceh jangan semena-mena main pangkas,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, anggaran Rp6 miliar yang dialokasikan untuk 240 orang Wirausaha Pemula (WP) di Aceh, dibatalkan. Seluruh anggaran yang ada di Dinas Koperasi & UMKM Aceh tahun 2020 dialihkan untuk penanganan Covid-19 di Serambi Mekkah.

Sekretaris Dinas Koperasi dan UMKM Aceh Zulfadhli, Rabu (29/4/2020) memberikan penjelasan, penundaan pemberian alat kebutuhan kerja/produksi untuk 240 wirausaha pemula di Aceh, bukan berarti mereka tidak akan mendapatkannya lagi tahun depan.

Sebab, bila covid-19 ini tertangani cepat, pada tahun 2021, pihaknya kembali mengusulkan anggaran baru untuk pengadaan itu.

“Tahun ini tidak dapat dijalankan karena refocusing anggaran. Ini bukan keinginan kita semua. Tahun depan mereka tidak perlu diseleksi lagi. 240 orang wirausaha pemula yang sudah kami pilih, tidak perlu lagi ikut seleksi. Tinggal kami panggil untuk mendapatkan alat kebutuhan kerja masing-masing, ujar Zulfadhli. []