[Ruang Semangat]: Bosan #DiRumahAja? Mari Budi Daya Jeumpa, Cempaka Wangi yang Mendunia

Jeumpa kuneng @flickr.com

Oleh Elfi Fauzana Akmal*

Grafik penyebaran virus Covid-19 kian meningkat. Sebagai rakyat, usaha yang dapat kita lakukan adalah mengikuti imbauan pemerintah untuk melakuan social distancing dan tetap melakukan aktivitas dari rumah. Satu dua minggu pertama terasa menyenangkan. Rehat sejenak dari hiruk pikuk dunia yang menyesakkan. Namun, lambat laun kegiatan mulai monoton dan terasa membosankan. Lalu bagaimana caranya agar kegiatan kita tetap produktif?

Nah, salah satu kegiatan yang dapat kita lakukan adalah melakukan budi daya flora identitas Provinsi Aceh, yakni jeumpa, tepatnya jeumpa kuneng. Hal ini sudah tercantum dalam SK Menteri Dalam Negeri Nomor 48 Tahun 1989 tentang Pedoman Penetapan Identitas Flora dan Fauna Daerah yang menyatakan bahwa Michelia champaka menjadi flora identitas dari Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam.

Ternyata, Pemerintah Aceh, sering melakukan pelestarian maskot flora ini seperti yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya bersama LSM pada Senin (3/9/20) dengan menanam 100 batang jeumpa di kompleks perkantoran termasuk di taman jalan menuju kompleks perumahan.

Sebenarnya apa itu bunga jeumpa?

Bunga jeumpa (Michelia Champaca), merupakan salah satu tanaman purba yang hidup di daerah tropis . Batangnya lurus bulat, kulit batang yang halus berwarna cokelat keabuan. Tajuknya agak jarang dan agak melebar. Bunganya berwarna kuning tua dan harum, berukuran agak besar, tersusun dalam untaian yang tumbuh pada ketiak daun, serta wanginya yang semerbak. Estetika nan luar biasa inilah yang menyebabkan pujangga Aceh menciptakan syair yang terkenal dengan lagu ‘Bungong Jeumpa’.

Hasil pengujian fitokimia terhadap bunga cempaka kuning menunjukkan bahwa terdapat kandungan senyawa metabolit sekunder terpenoid (Murniana et al., 2003 dalam Zumaidar, 2009). Menurut Harbone (1987) dalam Zumaidar (2009), minyak atsiri yang terdapat pada bunga cempaka kuning mengandung senyawa terpenoid dan fenol yang menimbulkan bau harum yang khas. Wangi yang semerbak membuat bunga ini diambil minyak essensialnya untuk dijadikan pewangi rambut dan minyak gosok. Selain itu, minyak bunga cempaka ini banyak digunakan kaum hawa untuk campuran lulur dan kosmetik lainnya. Bentuk segarnya juga dapat digunakan sebagai pewangi ruangan, dengan cara diletakkan di dalam mangkuk berisi air.  

Namun di balik keindahannya, ternyata si cempaka wangi ini memiliki segudang manfaat di bidang kesehatan. Pada jurnal Floratek pada tahun 2009, penelitian Zumaidar menjelaskan bahwa bunga cempaka kuning digunakan masyarakat Aceh sebagai bahan herbal. Berbagai penyakit seperti rematik, asam urat, masuk angin, keputihan, dan malaria dapat disembuhkan.

Kandungan cheraniol, linalool, methyleugenil, asam benzoe, nerol, dan methylaethylanzinzuur pada bunga cempaka digunakan sebagai obat tradisional untuk mengobati perempuan yang baru melahirkan. Caranya, ambil beberapa helai daun, bersihkan terlebih dahulu kemudian rebuslah hingga mendidih. Tunggu sebentar agar tidak terlalu panas, kemudian minum selagi hangat. Selain itu, akar bunga ini mengandung damar yang dapat menyembuhkan demam selesma. Ambil akarnya kemudian dipecahkan, rebus hingga mendidih dan sehabis airnya suam-suam kuku barulah diminum perlahan.

Nah pertanyaannya, bagaimana cara budi daya cempaka wangi ini? Apakah membutuhkan media tanam yang besar?

Ternyata tidak sulit. Jeumpa kuning ini bisa ditanam dalam media pot, polybag, ataupun di area halaman sekitaran rumah. Dikutip dari kampustani.com, langkah budi daya bunga cempaka adalah sebagai berikut :

  1. Pertama, siapkan media tanam berupa pot atau polybag yang telah diberi lubang kecil pada sisinya.
  2. Siapkan pecahan genting dan arang kayu, yang telah diisi dengan campuran tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 2:1.
  3. Buat lubang untuk memasukkan biji ke dalam polybag maksimal dua lubang agar pertumbuhan maksimal.
  4. Setelah itu, tutup lubang dan ratakan tanah.
  5. Siram tanaman hingga air keluar melalui bagian bawah pot atau polybag.
  6. Jangan lupa, setelah tiga bulan, lakukan pemupukan agar bunga dapat tumbuh dengan sempurna.
  7. Jika dirawat dengan baik, tanaman akan berbunga dua sampai 5 kuntum setiap harinnya.
  8. Setelah bunga mekar sempurna, yang ditandai dengan warna kuning tua dan harum menyengat, bunga cempaka siap untuk dipanen. 
  9. Pemanenan ini biasa dilakukan tiga bulan sekali. 

Dengan proses perawatan yang mudah dan modal yang kecil, bisnis budi daya bunga cempaka kuning ini banyak digeluti sebagai investasi. Bagaimana? Budi daya bunga jeumpa sangat menjanjikan bukan?

Ayoo, tetap #DiRumahAja dan lestarikan flora kebanggaan kita.[]

*Penulis adalah mahasiswa Jurusan Statistika Fakultas MIPA Universitas Syah Kuala

Editor : Ihan Nurdin

Program ini terselenggara berkat kerja sama antara aceHTrend dengan KPI UIN Ar-Raniry, Gramedia, dan PT Trans Continent