Surat Penggalangan Dana Covid-19 Dinas Pendidikan Aceh Jadi Pertanyaan Publik, Ini Penjelasan Kadis

Kepala Dinas Pendidikan Aceh Rachmat Fitri

ACEHTREND.COM, Banda Aceh – Dinas Pendidikan Aceh melalui surat yang ditandatangani oleh Kepala Dinas, Rachmat Fitri, pada 24 April 2020 menginstruksikan untuk melakukan penggalangan dana bantuan untuk siswa kurang mampu. Surat tersebut ditujukan untuk seluruh kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah di seluruh Aceh.

Dalam surat tersebut, masing-masing Cabang Dinas Pendidikan Wilayah diminta untuk memfasilitasi sumbangan dari berbagai sumber baik dari lingkungan internal maupun eksternal yang mengikat. Hasil sumbangan tersebut nantinya akan diberikan kepada siswa SMA, SMK, dan SLB yang kurang mampu di wilayah kerja masing-masing.

Penggalangan ini dimaksudkan untuk membantu ekonomi masyarakat khususnya para siswa di atas yang terdampak langsung pandemi Covid-19. Adapun paket sumbangan yang diberikan sekitar Rp200 ribu yang terdiri atas beras, minyak, dan gula.

Selain itu, kepala cabang juga diminta untuk melaporkan jumlah paket yang terkumpul di wilayah masing-masing ke pengurus Darma Wanita Persatuan Disdik Aceh. Sumbangan tersebut diharapkan terealisasi paling lambat pada 13 Ramadan atau dua pekan setelah surat tersebut dikeluarkan.

Adanya instruksi penggalangan dana tersebut menimbulkan pertanyaan baik di kalangan para guru maupun publik.

Terkait hal ini, Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Rachmat Fitri menjelaskan, surat penggalangan dana untuk siswa miskin yang diserahkan kepada Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Se-Aceh dengan tujuan membantu siswa-siswi SMA/SMK/SLB yang berasal dari keluarga kurang mampu dan terdampak Covid-19.

“Jadi saya menyampaikan ucapan terima kasih kepada beberapa kalangan yang mempertanyakan permintaannya kepada Cabang Dinas Pendidikan Wilayah untuk memfasilitasi sumbangan di wilayahnya masing-masing,” kata H Rachmat Fitri melalui keterangan tertulis yang diterima aceHTrend, Kamis (30/04/2020).

Dia menegaskan, sumber eksternal yang dimaksud dalam surat tersebut adalah orang tua/wali siswa yang memiliki kemampuan lebih dan tergabung dalam Komite Sekolah.

“Saya senang dengan adanya pandangan yang beragam dan konstruktif terhadap masalah ini, sehingga menjadi indikator semakin tingginya partisipasi dan kepedulian dari berbagai pihak dalam ikhtiar pengembangan dan peningkatan mutu layanan pendidikan di Aceh,” katanya.

Selain itu, dalam pandangan pihaknya penggalangan sumbangan pendidikan seperti ini juga memiliki aspek penguatan kualitas akhlak, yang juga merupakan salah satu misi pendidikan di Aceh. Hal ini juga selaras dengan edaran Menteri Dikbud RI yang mengarahkan bahwa proses belajar dalam masa pandemi Covid-19 harus memberikan pengalaman berharga, salah satunya untuk menumbuhkan rasa empati dan kepribadian solider sepanjang hidupnya.

“Jadi kita berharap dari kegiatan ini akan tumbuh rasa kesalehan sosial yang lebih baik, bagi yang mendonasi ataupun penerima donasi,” ujar Rachmat Fitri.

Dia menambahkan, kegiatan penggalangan sumbangan untuk mereka yang terdampak Covid-19 sudah berlangsung secara sukarela sejak beberapa bulan lalu, atas inisiatif warga sekolah masing-masing, misalkan sekolah di Banda Aceh seperti di SMKN 5 yang memberikan bantuan sembako kepada siswa-siswi dan masyarakat umum di sekitarnya.

Selain itu juga ada yang membagi-bagikan ribuan masker hasil produksi SMKN tersebut di Bundaran Simpang 5 dan Bundaran Lambaro. Inisiatif yang sama juga muncul dari para alumni SMAN 3 Banda Aceh yang melakukan penyemprotan disinfektan, memberikan bantuan sembako, dan berbagai kegiatan lainnya.

“Jadi semua sumbangan itu dikumpulkan dari masing-masing sekolah dan disalurkan kembali kepada siswa-siswi yang kurang mampu di sekolah yang bersangkutan. Pihak Cabang Dinas hanya memfasilitasi proses penggalangan dan penyaluran sumbangan, serta melaporkannya kepada Dinas Pendidikan Aceh,” katanya.

Salah satu yang menerima surat tersebut adalah Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Lhokseumawe dan Kabupaten Aceh Utara. Kepala Cabdin Wilayah Lhokseumawe, Azwar, mengatakan hingga sejauh ini pihaknya belum melakukan langkah apa pun meski sudah mengetahui adanya surat tersebut.

“Dalam menjalankan terkait surat tersebut kami akan melakukan musyawarah lebih dahulu dengan pihak sekolah atau wali murid serta komite sekolah,” katanya.

Sementara, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Aceh Utara T Aznal Zahri, menyebutkan pihaknya sudah menerima surat tersebut. “Untuk langkah selanjutnya kita akan melakukan arahan terlebih dulu dari Dinas Pendidikan Aceh,” kata Aznal secara singkat saat dikonfirmasi via telepon oleh aceHTrend.[]

Editor : Ihan Nurdin