Beredar Kabar Penolakan Khatib Jumat di Pondok Kemuning, Ini Penjelasan Perangkat Gampong

Ilustrasi

ACEHTREND.COM, Langsa – Warga Gampong Pondok Kemuning, Kecamatan Langsa Lama, Kota Langsa, tiba-tiba dikejutkan dengan beredarnya kabar telah terjadi penolakan khatib salat Jumat di Masjid As Shaqirah Pondok Kemuning pada Jumat (1/5/2020).

Terkait hal itu, Khatib Gampong Pondok Kemuning, Ierham Zakaria, mengatakan kabar itu sengaja diembuskan oleh Ketua Dai Kota Langsa tanpa dasar yang jelas. Seolah-olah, pihak gampong telah menolak dai yang dikirimkan oleh Dai Kota Langsa. Kabar tersebut secara tak langsung telah memperkeruh suasana di bulan Ramadan ini.

“Ketua Dai Kota Langsa sangat tidak bijaksana dan memaksakan kehendaknya, serta bersikap provokatif karena menyampaikan isu yang tidak benar sehingga meresahkan masyarakat khususnya warga Pondok Kemuning,” ujarnya kepada aceHTrend, Sabtu (2/5/2020).

Adapun kronologisnya kata Ierham Zakaria, pada Selasa (28/4/2020) dirinya sudah menghubungi Tgk Irham Fikri Lc agar menjadi khatib salat Jumat di Pondok Kemuning pada Jumat (1/5/2020). Menurutnya yang bersangkutan juga telah menyatakan kesediaannya. Namun, pada Kamis (30/4/2020), Ketua Dai Kota Langsa, Ibrahim Latif, menghubungi Geuchik, Saiful Azhar, memberitahukan bila pihaknya akan mengirimkan dai untuk menjadi khatib salat Jumat.

Namun, Saiful Azhar menyampaikan bila hal itu sepenuhnya urusan Ierham Zakaria selaku khatib gampong. Sore harinya, Saiful Azhar lantas menghubungi Ierham dan memberitahukan informasi dari Ibrahim Latif. Selanjutnya Ierham Zakaria menghubungi Ibrahim Latif, yang juga mantan kepala Dinas Syariat Islam Kota Langsa.

“Atas informasi itu, maka saya langsung menguhubungi Wak Him (Ibrahim Latif) via WhatsApp dan mengatakan bahwa untuk hari Jumat (1/5/2020), kami sudah ada khatibnya. Namun, jawaban saya membuat Wak Him marah dan tidak terima,” ucap Ierham lagi.

Esoknya, jelang pelaksanaan ibadah salat Jumat, dai utusan Dai Kota Langsa yang bernama Tgk Harun Adek hadir ke Masjid As Shaqirah Gampong Pondok Kemuning. Suasana di masjid tampak seperti biasa. Bahkan, ketika Tgk Irham Fikri hendak naik ke mimbar, ia meminta izin kepada Tgk Harun. Setelah salat Jumat keduanya juga mengobrol dan tampak akrab.

Oleh karena itu, Ierham Zakaria menilai kabar yang diembuskan itu tidak pantas, apalagi oleh seseorang yang pernah menjadi kepala Dinas Syariat Islam.

“Sekali lagi saya tegaskan, saya tidak ada menolak Tgk Harun Adek untuk menjadi khatib salat jumat dan atas pernyataan Wak Him itu saya minta beliau untuk meminta maaf, karena sudah membawa-bawa institusi saya yakni KUA Langsa Baro, yang dalam hal ini tidak ada hubungannya sama sekali. Dan, pernyataanya terkait penolakan itu membuat resah masyarakat Pondok Kemuning,” tegasnya.

Sementara itu, Geuchik Gampong Pondok Kemuning, Saiful Azhar, ketika dihubungi aceHTrend, membantah isu penolakan dan ini menurutnya hanya salah paham saja. Ia turut menyesalkan sikap Ibrahim Latif, yang telah membuat isu seolah-olah kampungnya menolak dai yang dikirimkan oleh Dai Kota Langsa.

“Saya berharap ke depan agar hal ini tidak terjadi lagi dan setiap masalah lebih baik dan bijaksana jika diselesaikan dengan baik, bukan sebaliknya dengan membesar-besarkannya,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Dai Kota Langsa, H Ibrahim Latif, ketika dihubungi aceHTrend menuturkan, pada hari Rabu (29/4/2020), pihaknya telah memberitahukan kepada Geuchik Gampong Pondok Kemuning, bahwa dirinya akan mengisi khutbah Jumat dan sekretarisnya juga menyampaikan hal tersebut kepada Ierham Zakaria.

Kemudian, pada Kamis (30/4/2020), ia mengirimkan pesan kepada geuchik untuk memberitahukan bahwa dirinya tidak jadi hadir dan akan digantikan oleh Tgk Harin Adek. Pergantian itu menurutnya juga telah disampaikan kepada Ierham melalui sekretarisnya.

“Setiap Jumat pertama setiap bulannya adalah jadwal dai untuk menjadi khatib di Masjid As Syaqira Gampong Pondok Kemuning. Namun demikian setiap Rabu atau Kamis setiap bulan diberitahukan kembali ke masjid yang bersangkutan,” ujarnya.

Tujuan pihaknya mengirimkan dai ke masjid-masjid selain untuk menjalin silaturahmi, juga memang tupoksinya.

“Yakni salah satunya mengisi ceramah atau menjadi khatib salat Jumat di masjid-masjid dalam wilayah Kota Langsa, kecuali Masjid Raya Darul Falah langsa,” tutupnya.[]

Editor : Ihan Nurdin