Puisi-Puisi Cut Zhiya Kelana

Cut Zhiya Kelana

Duniaku Duniamu Sedang Sakit
Apa kabar duniaku?
Apakah kau masih sakit?
Apakah kau lelah?
Apa kau bosan?

Hari ini masih sama seperti kemarin
Hari yang kita lalui ini
Penuh dengan kesia-siaan
Hari yang berakhir penyesalan

Mungkin mereka belum sadar
Ulah tangannya merusakmu
Yang harusnya terjaga
Agar hidup lebih lama

Hari ini datang
Di mana semua pembalasan
Terbayar lunas
Atas kejahatan manusia

Mudah bagi-Nya
Membalikkan keadaan
Yang merasakan ketenangan
Seolah hidup selamanya

Kerajaan Antah-Berantah Berdongeng

Dua minggu berlalu
Kau datang menyapa negeriku
Setelah remeh temeh padamu
Yah…begitulah negeriku

Sebuah negeri dongeng
Yang rakyatnya tak cengeng
Kerajaan antah berantah
Hampir buat rakyat muntah

Seribu janji terpatri suci
Seolah ya kali
Tapi duluan basi
Itu sudah terbukti

Ejekan nakal mereka
Membuat bibirnya bungkam
Remeh temeh nasi kucing
Hingga salam siku

Skema drastis kematian
Saban hari naik tak terkira
Tapi masih biasa
Itulah anggapan paduka raja

Nyawa manusia semakin hina
Di rezim tak kasat mata
Tapi nyata adanya
Biasa bagi mereka berkorban jiwa

Negeriku tercinta
Kuharap segera kuterbangun
Dari mimpi buruk ini
Cukup kerajaan ini berakhir saja

Bukan Panggung Sandiwara

Orang miskin dilarang sakit
Ketika sakit kau tuduh kami
Sungguh tak ada logika
Mudahnya kau bersandiwara

Apakah sakit itu kami minta?
Itu qadha Allah
Kurasa kau tak paham lah
Nilai agamamu dulu berapa?

Apakah hanya orang kaya saja
Boleh sakit dan kecewa
Sedangkan si miskin ini
Cukup ke dukun saja

Alangkah lucunya negeriku
Bermuka palsu
Seolah peduli pada kami
Tapi menusuki

Entah demi apa coba
Untuk siapa?
Jangan suka bercanda
Ini bukan panggung sandiwara

Yang berduit keluar negeri
Rakyat sakit pak menteri
Jangan cuma bisa haha-hihi
Ayo unjuk gigi

Buktikan pada rakyat ini
Bahwa tidak ada pilih kasih
Antara si kaya dan miskin
Jangan sibuk dengan ekonomi

Tapi rakyatmu hampir mati
Berjuang seorang diri
Inilah contoh pemimpin negeri ini
Cuma bisa haha-hihi

Cut Zhiya Kelana, S.Kom adalah warga Desa Uteunbayi – Kota Lhokseumawe

Editor : Ihan Nurdin