Sebagai Penyumbang PAD Terbesar, Nek Jir Sayangkan Kurangnya Perhatian Pemkab pada Baitul Mal Aceh Utara

H Jirwani.

ACEHTREND.COM, Lhoksukon – Anggota Komisi III DPRK Aceh Utara, H Jirwani, menilai kurangnya perhatian pemerintah daerah terhadap Baitul Mal Aceh Utara. Padahal, lembaga itu merupakan penyumbang terbesar pendapatan anggaran daerah.

Hal itu disampaikan Jirwani dalam rapat dengar pendapat dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) di Ruang Rapat Paripurna DPRK Aceh Utara di Lhokseumawe, Kamis (30/4/2020).

“Kita menilai Baitul Mal merupakan lembaga yang lahir sebagai bagian dari kekhususan Aceh, tetapi mereka kurang mendapat perhatian. Padahal selama ini Baitul Mal tidak didukung oleh operasional yang memadai meskipun mereka menggenjot pemasukan dari sektor zakat dan infak di 27 kecamatan di Aceh Utara,” katanya kepada aceHTrend, Sabtu (2/5/2020).

Dia juga meminta alokasi anggaran operasional dan fasilitas alat transportasi untuk Baitul Mal dapat ditambah sehingga lembaga itu dapat bekerja dengan optimal dan memiliki alat transportasi yang layak untuk menunjang operasional.

“Inikan banyak mobil yang ditarik dari mantan pejabat yang sudah pensiun yang kondisi pemakaiannya belum sampai lima tahu, maka itu kita sarankan mobil itu dipinjam pakai oleh Baitul Mal,” kata pria yang akrab dipanggil Nek Jir itu.

Menurut Nek Jir, bila dilihat dari buku APBK Aceh Utara 2020, dana untuk lembaga vertikal malah jauh lebih besar dialokasikan dibandingkan dengan lembaga keistimewaan yang lahir dari UU Nomor 11 tahun 2006.

Dia menegaskan pihaknya dalam anggaran 2021 akan terus mengawasi agar anggaran operasional Baitul Mal bisa bertambah sehingga lembaga itu bisa lebih optimal dalam menjalankan perannya. “Sekarang banyak sekali kegiatan yang dilakukan Baitul Mal mulai dari membangun rumah duafa, pembagian zakat, bantuan kitab untuk para santri, bantuan untuk mualaf dan lain,” terang Nek Jir yang juga Ketua Panitia Anggaran DPRK Aceh Utara.[]

Editor : Ihan Nurdin