Begini Cara Menggunakan Masker Kain yang Benar

Ketua DPRK Banda Aceh Farid Nyak Umar memakaikan masker kepada salah satu lansia di panti Rumoh Sejahtera Geunaseh Sayang, Ulee Kareng, Banda Aceh, Jumat, 1 Mei 2020.

Sejak merebaknya Covid-19 di seluruh dunia, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menganjurkan masyarakat untuk menggunakan masker kain ketika keluar rumah. Keputusan ini diambil setelah angka infeksi di seluruh penjuru dunia menanjak tajam melampaui tiga juta orang.

Sebelumnya penggunaan masker hanya untuk kalangan medis dan orang yang sedang sakit. Namun, sekarang masker wajib digunakan oleh masyarakat biasa. Tentunya masker yang digunakan berbeda dengan kalangan medis yang biasa menggunakan masker jenis N95. Masker jenis ini jumlahnya terbatas, jadi WHO menganjurkan menggunakan masker kain untuk masyarakat biasa.

Lantas, janis masker kain seperti apa yang bisa digunakan untuk melindungi diri dari Covid-19. Lalu bagaimana penggunaannya yang tepat?

Dilansir dari The New York  Time, para ilmuwan di seluruh Amerika Serikat sedang mengindentifikasi bahan yang tepat dan mampu menahan partikel mikroskopis untuk digunakan sebagai masker kain.

Melalui tes yang baru-baru ini dilakukan, filter high effeciency particle absorber (HEPA) adalah salah satu bahan yang terbukti baik, seperti halnya kantong dalam menyedot debu, lapisan sarung bantal, dan kain yang mirip dengan piyama flanel. Sementara bahan syal dan bandana memiliki efektivitas perlindungan yang rendah, meskipun masih mampu menangkap sebagian kecil partikel.

Namun, menurut Dr. Scott Segal, ketua anestesiologi di Wake Forest Baptist Health mengatakan, jika kamu tidak memiliki bahan seperti yang disebutkan di atas, maka kamu bisa melakukan uji coba tes cahaya sederhana terhadap kain yang akan kamu gunakan. Caranya dengan menyenter serat kain yang akan digunakan untuk bahan pembuat masker. Apabila cahaya melewati serat dengan sangat mudah dan kamu hampir dapat melihat seratnya, maka bahan tersebut bukanlah bahan yang terbaik untuk dibuat masker. Jika ada bahan kain dengan tenunan yang lebih padat dari bahan yang lebih tebal dan cahaya tidak terlalu banyak melewatinya, maka bisa dijadikan sebagai masker kain yang efektif untuk melindungi diri.

Selain itu, juga disarankan untuk membuatnya menjadi tiga lapis. Lapisan pertama adalah kain itu sendiri, lapisan kedua adalah filter bisa menggunakan tisu, dan lapisan ketiga adalah kain yang sama dengan bahan di lapisan pertama.

Nah, bagaimana pula cara penggunaan masker kain yang tepat sehingga efektif digunakan sebagai alat pelindung?

Masker hanya efektif jika kamu mengenakannya dengan benar. WHO menganjurkan cara penggunaan masker yang benar, yaitu sebelum menggunakan masker hendaklah mencuci tangan terlebih dahulu selama 20 detik dengan sabun dan air. Begitu juga setelah mengenakannya harus mencuci tangan.
Kemudian, pastikan seluruh hidung dan mulut tertutup saat memakainya. Hindari menyentuh masker saat kamu keluar rumah karena tangan bisa tercemar.

Jangan melepaskan masker saat kamu berada di tempat umum. Masker dilepas saat kamu sudah sampai di rumah dan lepaskan dari bagian belakang dan jangan sentuh bagian depannya.

Segera cuci masker setelah kembali agar tidak mencemari barang-barang lain di rumah. Cuci tangan segera setelah melepas masker dan setelah kamu mencuci masker.

Nah, bagaimana? Sudah benarkah kamu memilih bahan dan penggunaan masker kain yang tepat? Kalau belum, segera lakukan dengan benar sesuai yang disarankan ya. Selamat mencoba.[]

Editor : Ihan Nurdin