Darwati Galang Donasi untuk Bangun Rumah Layak bagi Pasutri 11 Orang Anak di Aceh utara

Anggota DPRA Darwati A Gani @ist

ACEHTREND.COM, Banda Aceh – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Darwati A Gani, akan membelikan tanah sekaligus membangun rumah untuk pasangan suami istri dengan 11 orang anak di Desa Ulee Reuleung, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara.

“Saya tersentuh dan sedih, ketika Pak Bakhtiar Beni mengatakan jangankan rumah, tanah saja tidak punya, kepemilikan tanah dan rumah yang ditempatinya sekarang adalah murni hak pakai tanpa surat perjanjian,” kata Darwati saat dihubungi aceHTrend, Sabtu malam (2/5/2020).

Parahnya lagi, sebut Darwati, semua anak-anaknya tinggal di gubuk ukuran 3×4 meter yang sangat tidak layak, apalagi ketika tidur bercampur antara anak laki-laki dan perempuan, tidak ada pembatas antara tempat tidur dan dapur. Dindingnya terpasang dari tepas bambu dan atap rumbia dengan kondisi gubuk yang sudah miring dan hampir ambruk.

Baca: Pasutri Ini Tinggal di Gubuk Derita Bersama 11 Anaknya

“Miris sekali keadaannya, saya ingin membangun rumah ini, biar mereka bisa tinggal di kamar yang terpisah antara anak laki, anak perempuan, dan orang tua mereka,” ujarnya.

Kendati demikian, Darwati menyebutkan untuk saat ini sangat sulit membangun dari dana pribadi, jadi dirinya mengajak ibu-ibu yang tergabung dalam Aceh Charity untuk mengumpulkan donasi untuk pembelian lahan dan pembangunan rumah tersebut.

 “Kondisi saya sekarang kalau membangun sendiri dari dana pribadi sulit juga. Jadi saya mengajak kawan-kawan dari ibu-ibu  Aceh Charity untuk mengumpulkan donasi. Alhamdulillah dalam beberapa jam sudah terkumpul dana Rp25 juta,” sebut anggota DPRA dari Fraksi PNA ini.

Darwati menambahkan, dana yang sudah terkumpul yang jelas belum mencukupi, karena untuk membeli tanah dan membangun rumah tiga kamar itu membutuhkan dana paling sedikit sekitar Rp70 juta.

“Bagi yang mau berdonasi bisa transfer ke rekening Bank Aceh atas nama Aceh Charity 01002248989899, semoga Allah memudahkan niat baik kami untuk membantu mereka,” tambah Darwati A Gani.

Diberitakan sebelumnya, satu keluarga di Kabupaten Aceh Utara, terpaksa tinggal di gubuk yang hampir roboh. Mirisnya, gubuk derita tersebut berada di atas lahan orang lain (pinjaman), tepatnya di Gampong Ulee Reuleueng, Kecamatan Dewantara.

Rumah tersebut milik Bakhtiar Beni yang tinggal bersama istrinya Anisah dan 11 anaknya yang hidup serba kekurangan. Rumah yang berukuran 3×4 meter itu dindingnya terpasang dari anyaman bambu, beratap daun rumbia, dan berlantai tanah. Isi dalamnya tidak ada kamar pembatas antara dapur dengan tempat tidur, tidak seperti halnya rumah orang-orang yang memiliki ekonomi menengah ke atas.

Anisah yang pernah melahirkan 13 anak dikenal dengan sebutan “Kak Lhee Blah” oleh masyarakat di desa setempat. Anak perempuannya ada empat orang dan laki-laki tujuh orang, semuanya tinggal dalam satu rumah. Sementara dua putrinya yang lain telah meninggal dunia.

Tiga anak perempuannya terpaksa berhenti sekolah dan hanya tamatan sekolah dasar karena faktor ekonomi keluarga, kemudian tujuh anak laki-laki lainnya saat ini sedang menempuh pendidikan di tingkat MIN dan SMP. Sedangkan satu anak perempuan yang bungsu saat ini menjalani pendidikan di sekolah taman kanak-kanak.[]

Editor : Ihan Nurdin