Rampok Mantan Majikan dan Lawan Polisi, Seorang Pria Asal Aceh Besar Terpaksa Ditembak

Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol Trisno Riyanto, didampingi Kasat Reskrim AKP M. Taufiq dan Kanit Jatanras Ipda Krisna Nanda Aufa, serta Kasubbag Humas Iptu Hardi, bersama tiga pelaku dengan barang bukti saat gelar perkara di Polresta, Senin (4/5/2020). [Taufan Mustafa/aceHTrend]

ACEHTREND. COM, Banda Aceh- Polresta Kota Banda Aceh menangkap terduga perampokan berinisial HUS alias MI (31) yang bermukim di Gampong Miruk, Kecamatan Darussalam,Aceh Besar, Jumat (29/4/2020). Lelaki itu juga terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas, karena mencoba melawan petugas ketika hendak ditangkap. Polisi ikut meringkus istri siri pelaku yang diduga mengetahui aksi tersebut dan ikut menikmati uang hasil kejahatan itu.

HUS diringkus polisi karena diduga menjadi otak sekaligus ikut terlibat aksi perampokan terhadap Zulmaidi (42) pemilik toko Teuka Baru, yang juga mantan bosnya.

Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol Trisno Riyanto, dalam keterangan persnya, Senin (4/5/2020) menyebutkan HUS bersama Amar (20) mencegat korban di salah satu ruas jalan yang sepi pada Senin (13/4/2020) malam. Aksi perampokan seperti di film-film laga itu, menyebabkan uang milik Zulmaidi Rp320 juta berhasil digondol oleh pelaku.

Zulmaidi yang kaget karena secara tiba-tiba kedua pelaku mencelat ke hadapannya saat mengendarai motor, sempat memberikan perlawanan. Sehingga menyebabkan Amar tersungkir ke tanah dan memgalami luka di bagian telinga. Pun demikian, kedua penjahat itu berhasil membawa kabur sepeda motor korban beserta uang yang ditaruh di dalam bagasi.

Sesuai dengan Laporan Polisi Nomor LP.B /179/IV/yan.2.5/2020/SPKT, tanggal 14 April 2020, polisi melakukan penyelidikan untuk mengungkap kasus yang terjadi tersebut berdasarkan barang bukti yang tertinggal di TKP berupa sendal jepit dan kantong plastik warna hitam milik pelaku.

“Personil Unit Jatanras dan Unit Ranmor melakukan olah TKP bersama Unit Intelkam Polsek Darul Imarah dan melakukan pemeriksaan terhadap korban serta saksi lainnya terkait barang bukti yang tertinggal di lokasi kejadian,” tambah Kapolresta.

Setelah menemukan titik terang, polisi segera meringkus Amar warga Aceh Besar yang ikut serta melakukan aksi kejahatan pada malam itu.

“Dari hasil keterangan yang disampaikan oleh Amar, polisi bergerak menuju ke rumah yang dihuni pelaku di Komplek Perumahan Arab Saudi, Miruk, Kecamatan Darussalam, Aceh Besar, Jumat (29/4/2020) dini hari,” lanjut Kapolresta Banda Aceh.

Sesampai petugas di rumah pelaku, petugas berhasil mengamankan isteri HUS yang ikut menikmati hasil kejahatan yang dilakukan oleh suaminya tersebut, serta barang bukti lainnya dari hasil kejahatan yang dilakukannya.

Barang bukti yang berhasil diamankan berupa plastik hitam yang diikat tali, satu pasang sendal jepit, uang Rp99 juta, sepeda motor Suzuki Spin warna merah, sepeda motor Honda Vario putih, sepeda motor Honda Vario 150 warna hitam, sepeda motor Honda Scoopy warna hitam serta BPKB dan STNK, spring bed, kipas angin, kompor gas, lima mayam emas berbetuk gelang, tabung gas serta tiga unit handphone.

Trisno menambahkan, pada saat HUS dibawa oleh petugas, ia berteriak dan melawan petugas, sehingga dengan terpaksa harus dilakukan tindakan tegas dan terukur untuk melumpuhkan. Kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk tindakan medis.

“Dalam kasus tersebut, turut diamankan seorang wanita EL (33) tahun, isteri siri HUS yang mengetahui perbuatan suaminya, serta menikmati hasil kejahatan dengan membeli satu gelang emas seberat lima mayam serta membeli satu unit handphone merk Vivo warna biru,” katanya.

HUS dan Amar dijerat Pasal 365 KUHP ayat 1 dan 2 KUHP dengan ancaman 12 tahun penjara. Sementara itu isteri HUS dijerat Pasal 480 KUHP dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara.