[Ruang Semangat]: Merangkai berbagai Kisah Melalui Cerpen di Tengah Wabah

Ilustrasi

Oleh Nasiha Al-Shakina

Suasana pagi ini tampaknya mulai sepi, kegiatan banyak terhenti. Ya, sejak munculnya virus corona atau Covid-19 di Indonesia, berbagai daerah di seluruh pelosok negeri mulai menerapkan peraturan untuk menggalakkan gerakan #dirumahaja. Banyak kegiatan yang diliburkan, baik swasta maupun instansi pemerintah menggalakkan work from home untuk pekerjanya, hal tersebut membuat ruang gerak masyarakat semakin berkurang. Semua kegiatan dilakukan secara daring. Nyatanya, pandemi ini bukan hanya menggerogoti manusia saja, sektor ekonomi hingga pendidikan juga ikut merasakan dampaknya.

Udara yang berembus hari ini terasa sangat lembut menyentuh kulit. Saat wabah mulai mendunia dan kegiatan banyak diberhentikan, aku melihat berbagai berita mengenai kualitas udara di dunia semakin baik. Di tengah terpaan wabah, “mungkinkah” ini waktu bagi alam berusaha untuk memulihkan diri?

Waktu libur kian diperpanjang dan hari berganti hari, waktu libur berubah menjadi untaian untuk memulai beragam kisah berharga yang tak akan dapat dirasakan di lain hari. Di tengah situasi pandemi yang mulai banyak menggerogoti, banyak kegiatan positif yang dapat dilakukan saat di rumah. Gerakan #dirumahaja bukanlah waktu untuk bersantai dan merebahkan diri. Aku, sebagai penggiat dunia menulis yang masih belajar dan mengasah diri, juga bukan dapat dikatakan penulis yang sangat ahli di bidang literasi, gerakan stay at home  ini membuat ide kreatif lebih terasah. Aku memikirkan apa kegiatan yang memiliki point plus untuk mengisi waktu luang saat di rumah saja?

Ide cemerlang pun muncul seketika. Pandemi membuatku menjadi seorang penulis yang lebih rajin dan teliti. Di sela sibuknya mengisi waktu bersama keluarga di kala libur, aku mulai produktif untuk menulis cerita singkat (cerpen). Cerpen dirangkai saat menjelang waktu tidur. Ide cerita muncul dari berbagai aktivitas yang aku lakukan bersama keluarga, seperti berkebun, mengajari adik belajar, dan membantu ibu memasak.

Setiap harinya aku menargetkan diri untuk menulis 50-100 kata mengenai berbagai kisah yang aku alami saat pandemi. Untuk menunjang kualitas tulisan, aku membaca novel favorit dan beberapa referensi lain. Rangkaian cerita dituangkan dalam bentuk cerpen dengan berbagai macam judul. Seperti pada tanggal 21  April ini, aku membuat judul “Berharga” untuk salah satu cerpenku. Selama libur, aku merasakan intensitas waktu bersama keluarga sangat bernilai bagiku. Semua kegiatan kami lakukan bersama-sama, tanpa tahu waktu berlalu dengan cepat. Memang benar, tatkala semua kegiatan yang terkesan biasa saja, terlihat sangat bermakna ketika disusun dalam sebuah cerita.

Untuk teman-teman yang menyukai bidang literasi, manfaatkan diri untuk produktif menghasilkan tulisan pada waktu seperti ini dan mulai melatih diri,  walaupun bukan dalam bentuk jumlah yang banyak. Namun, karya itu dapat menjadi batu loncatan untuk menghasilkan mahakarya yang bermanfaat bagi pembacanya di masa akan datang.

Ada beberapa tips dariku sebagai penulis pemula untuk pembaca artikel ini, khususnya yang sedang menggeluti bidang literasi dan masih belajar menulis, yaitu:

Pertama, targetkan berapa kata yang akan kamu tulis setiap harinya. Bisa dalam bentuk 50 sampai 100 kata, bahkan lebih dari itu.

Kedua, mulai produktif untuk menulis. Mulailah menulis berawal dari  kegiatan yang kamu lakukan setiap hari.

Ketiga, membaca buku favorit  serta buku lain yang berhubungan dengan bidang kepenulisan, untuk meningkatkan kualitas tulisan menjadi lebih lebih baik.

Keempat, jangan pernah merasa “minder” dengan hasil tulisan yang kamu hasilkan. Terus berkarya!

Pandemi dengan situasi yang genting seperti ini, aktivitas yang bernilai positif dapat digalakkan untuk membentuk pribadi yang produktif. Tidak boleh terpuruk dengan kondisi, manfaatkan sisi positif dari situasi untuk menumbuhkan jati diri. Tingkatkan ibadah kepada Allah Swt, panjatkan doa agar wabah ini cepat berakhir dan keadaan akan pulih seperti sedia kala. Isolasi diri dengan menikmati waktu bersama keluarga, membatasi ruang gerak kecuali untuk keperluan yang sangat penting. Bagi pekerja yang harus melakukan aktivitas di luar rumah, tetap jaga kesehatan dan menjaga diri.

Untaian doa kita panjatkan, agar wabah ini segera hilang dan segala kegiatan dapat aktif kembali. Amin ya rabbal ‘alamin.[]

*Penulis mahasiswi Jurusan Hukum Ekonomi Syariah UIN Ar-Raniry Banda Aceh. Menyukai bidang literasi yang bermula dari cerpen, dan terus mengasah kemampuan menulisnya hingga saat ini.

Editor : Ihan Nurdin

Program ini terselenggara berkat kerja sama antara aceHTrend dengan KPI UIN Ar-Raniry, Gramedia, dan PT Trans Continent