Di Langsa, Rumah Tak Berpenghuni juga Alami Kenaikan Tagihan Listrik

Masyarakat saat mendatangi Kantor ULP PLN Langsa Kota, karena kenaikan tarif listrik, Senin (4/5/2020).@aceHTrend/Syafrizal

ACEHTREND.COM, LANGSA – Dalam beberapa minggu terakhir, sebagian warga Kota Langsa merasakan kekecewaan terhadap PLN. Pasalnya, tagihan listrik mereka mengalami kenaikan yang cukup fantastis.

Anehnya kenaikan tagihan listrik bukan hanya pada rumah warga yang berpenghuni saja, melainkan turut terjadi pada rumah yang tanpa penghuni alias rumah kosong.

Pemilik rumah tersebut adalah Rohani. Kepada aceHTrend, Rabu (6/5/2020), Rohani menuturkan, dirinya merasa terkejut dengan tagihan rumahnya yang sudah lama tidak ditempati itu, tetapi juga mengalami kenaikan tagihan listrik.

Rohani menceritakan, dirinya dan keluarga sudah meninggalkan rumah yang berada di Gampong Teungoh, Kecamatan Langsa Kota, sejak Januari 2020. Sekarang ia bersama keluarga tinggal di ruko di Gampong Blang, Kecamatan Langsa Kota.

Diakuinya, sejak dirinya meninggalkan rumah tersebut dan terhitung mulai Februari, ia tidak membayar tagihan rekening listrik dan hanya membayar biaya administrasinya saja. Ia pun mendapatkan surat tagihan untuk bulan Februari dan Maret sebesar Rp900 ribu untuk 10 ampere.

Kemudian, baru-baru ini ia kembali mendapat surat tagihan biaya rekening listrik untuk pemakaian April sebesar Rp1.500.000.

“Inikan aneh, padahal di bulan Maret dan April saya dan keluarga sama sekali tidak lagi tinggal di rumah tersebut dan untuk pemakaian listrik hanya lampu yakni satu di teras dan satu di ruang dalam,” ujarnya.

Menurutnya, ini tidak logis dan sepertinya PLN terlalu mengada-ngada. “Kan tidak mungkin rumah kosong juga mengalami kenaikan tarif listrik. Saya minta PLN harus profesional dalam menghitung tagihan rekening listrik masyarakat, sehingga tidak ada yang dirugikan,” tutupnya.[]

Editor : Ihan Nurdin