Masjid Baiturrahim Singkil Mulai Dipasang Lantai Keramik

Seorang tukang sedang bekerja di Masjid Agung Baiturrahim Aceh Singkil.

ACEHTREND.COM, SINGKIL – Dalam beberapa bulan terakhir ini, proses pembangunan Masjid Agung Baiturrahim di Desa Pasar Singkil, Aceh Singkil, kembali dilanjutkan.

Menurut keterangan salah seorang Panitia Pembangunan Masjid Baiturrahim, Drs Azmi, kepada aceHTrend, Rabu (6/4/2020), setelah badan masjid seluas 37 x 37 meter selesai dibangun, panitia akan berkonsentrasi melanjutkan pembangunan kubah masjid, merelief tiang, mengubah mimbar imam, pemasangan instalasi listrik, dan membuat pagar.

Sejak awal Ramadan 1441 H kemarin, kata Azmi, telah dimulai pemasangan lantai keramik. Hingga pertengahan Ramadan ini sebagian lantai masjid sudah dilapisi keramik.

Diperkirakan pemasangan lantai akan tuntas dalam waktu dekat sehingga secepatnya bisa digunakan sebagai tempat salat berjamaah menggantikan masjid yang lama.

“Alhamdulillah, pembangunan berjalan lancar sesuai dengan harapan. Memang masjid ini tak sepenuhnya rampung, proses pembangunannya masih lama. Tetapi dalam waktu dekat, insyaallah ruang utama masjid sudah mulai bisa difungsikan,” ujar Azmi.

Menurut Azmi yang juga Sekdakab Aceh Singkil ini, pembangunan masjid sampai selesai masih membutuhkan dana mencapai miliaran rupiah.

Oleh karena itu pihaknya kembali bermohon kepada kaum muslim-muslimat agar terus berinfak atau bersedekah membantu pembangunan Masjid Baiturrahim agar masjid yang penuh sejarah ini cepat tuntas.

Azmi menjelaskan, Masjid Baiturrahim Pasar Singkil pada saat terjadinya gempa dan gelombang tsunami Aceh dan Nias 25 Desember 2004 dan 28 Maret 2005, mengalami kerusakan yang parah.

Bangunan masjid miring ke belakang karena tanah sekitar masjid amblas. Apalagi lantai dan dinding bangunan banyak yang retak.

Melihat kondisi demikian, warga Singkil khususnya berniat dan bertekad serta dengan penuh kebersamaan, menggagas pembangunan masjid baru.

Ketika Pejabat Gubernur Aceh, Mustafa Abu Bakar pada 28 Maret 2006 berkunjung ke Aceh Singkil, Mustafa Abu Bakar meletakkan batu pertama pertanda dimulainya pembangunan Masjid Baiturrahim yang baru.

Apabila Masjid Baiturrahim rampung, di samping sangat memadai menampung jamaah juga akan bisa menjadi kebanggaan masyarakat dan ikon Aceh Singkil.

Sebab keberadaan masjid ini sarat dengan sejarah dan desain bangunannya pun sangat indah dan mewah. Terdiri atas satu kubah besar dikelilingi empat kubah kecil dan empat menara di setiap sudutnya.

Menara dan kubah ini, melambangkan Rasulullah dengan empat sahabat terdekatnya.

“Di sinilah indah dan menariknya Masjid Baiturrahim ini,” pungkas Azmi.[]

Editor : Ihan Nurdin