PLN Sebut Tagihan Listrik Warga Membengkak karena Stay at Home

@okezone

ACEHTREND.COM, BANDA ACEH – Di masa pandemi Covid-19 ini, banyak masyarakat yang mengeluhkan tarif listrik yang tiba-tiba melonjak. Di media massa maupun media sosial, banyak warga yang meluapkan kemarahannya akibat dugaan kenaikan tarif listrik tersebut.

Menanggapi hal tersebut, Ombudsman selaku lembaga negara pengawas pelayanan publik merespons keluhan masyarakat dengan cara mengadakan diskusi daring bertema “Polemik Kenaikan Tarif Listrik Pengguna Nonsubsidi” yang menghadirkan narasumber dari Ombudsman dan PLN. Diskusi ini diikuti seratusan partisipan dan berlangsung pada Selasa (5/5/2020).

Adapun para narasumber, yaitu Dr Taqwaddin Husen (Kepala Ombudsman RI Perwakilan Aceh), Bahrul Khalid (Manajer Humas PLN Wilayah Aceh), Mukhtar Juned (Asisten Manajer Manajemen Stakeholder PLN Wilayah Aceh), dan Eddy Saputra (Manajer PLN UP3 Banda Aceh).

Pada kesempatan tersebut, Taqwaddin menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan koordinasi dan kerja sama antara PT PLN dengan Ombudsman, sekaligus guna menjawab keluhan masyarakat yang kaget dengan naiknya tarif listrik di masa Covid ini.

“Kita lalukan diskusi via zoom meeting ini supaya masyarakat dapat berpartisipasi langsung bersama kita guna menjawab kegundahan selama ini yang diduga tarif listrik naik,” kata Taqwaddin memulai sesi pertama acara tersebut.

Menanggapi hal tersebut, pihak PLN menyampaikan bahwa tidak ada kenaikan tarif daya listrik (TDL) selama ini.

“Perlu kami sampaikan kepada masyarakat bahwa saat ini tidak ada kenaikan tarif listrik, masih harga lama per kwh meternya. Terakhir naik tahun 2017. Terjadi kenaikan bisa disebabkan oleh banyaknya penggunaan alat elektronik di rumah selama stay at home,” sebut Bahrul.

Selanjutnya Edy Saputra yang merupakan Manajer UP3 PLN Area Banda Aceh yang juga aktif dalam diskusi tersebut menambahkan, saat ini petugas pencatat meter tidak melaksanakan tugasnya seperti biasa, hal tersebut dilakukan pihak PLN karena mengurangi dampak pandemi Covid-19. Jadi, penentuan dasar tarif yaitu mengacu pada tiga bulan sebelum terjadinya wabah.

Menanggapi informasi yang disampaikan pihak PLN, para partisipan juga mendapatkan kesempatan tanya jawab.

Salah satu peserta, Nurul Ikhsan menyatakan bahwa, “Betul Pak tarif masih harga lama, yang dipersoalkan adalah tagihan yang berlipat ganda. Sementara pemakaian nyaris sama dengan bulan-bulan sebelumnya,” tulis Ikhsan.

Selanjutnya peserta yang lain Furqan Aulia menuliskan, “Saat ini PLN sedang menggratiskan untuk konsumen 2 ampere dan diskon kepada sebagian konsumen 4 ampere, apakah sebenarnya diberlakukan subsidi silang? Sehingga konsumen lain membengkak bayar tarif listriknya?” tanya Furqan.

Sementara Masry-Masry juga menulis statemennya pada kolom inbox ,”Kalau dikatakan tagihan berdasarkan rata-rata bulanan maka rincian saya sebagai berikut. Bulan Januari 1,7 juta; Februari 1,9 juta; Maret 1,9 juta; April 1,9 juta; Mei tiba-tiba 2,6 juta, jadi kalau dikatakan rata-rata bulanan ndak singkron dong,” ulas Masry.

Menanggapi pertanyaan-pertanyaan tersebut, Edy menegaskan bahwa tetap tidak ada kenaikan tarif listrik selama ini dan tidak ada yang namanya subsidi silang. Jika masyarakat yang merasa ada kejanggalan dapat melaporkan langsung ke kantor PT PLN terdekat dengan membawa bukti-bukti untuk kemudian diverifikasi oleh petugas.

“Kami berharap kepada masyarakat yang merasa ada kejanggalan untuk dapat melakukan komplain ke kantor PLN terdekat, atau bisa melalui WA PLN di 08122 123 123, bisa juga melalui aplikasi PLN- Mobile serta media lainnya yang disediakan oleh PLN,” jawab Edy.

“Kami juga mengucapkan terima kasih kepada pihak Ombudsman Aceh yang telah memfasilitasi kegiatan ini, sehingga kami bisa menjelaskan secara langsung kepada masyarakat walaupun via zoom meeting,” kata Edy mengakhiri pertemuan virtual tersebut.

Mengakhiri diskusi virtual tersebut yang telah berlangsung hangat selama 1,5 jam, Kepala Ombudsman Aceh menyampaikan saran kepada pihak PLN, di antaranya yaitu agar PLN dapat merespons komplain dari masyarakat secara bijak.

“Saya berharap agar PLN dapat merespons keluhan masyarakat secara bijak, selanjutnya untuk tagihan bulan ke depan dapat disesuaikan dengan yang tertera pada kwh meter. Sehingga pembayaran tagihan pada bulan depan menjadi rendah,” pungkas Taqwaddin.[]

Editor : Ihan Nurdin