Sejumlah Desa di Aceh Singkil Mulai Data Calon Penerima BLT Covid-19

Ilustrasi

ACEHTREND.COM, SINGKIL – Tim relawan Covid-19 bersama perangkat desa di beberapa desa di Aceh Singkil dalam beberapa hari ini sedang memverifikasi dan memvalidasi data warga yang bakal menerima bantuan langsung tunai (BLT) dari dana desa.

Menurut keterangan Kepala Desa Gosong Telaga Selatan, Singkil Utara, Tahrim, kepada aceHTrend, Rabu (5/4/2020), di desanya tim relawan covid-19 sedang mendata warga yang memenuhi syarat untuk menerima uang BLT.

Syarat-syarat warga yang mendapatkan BLT berdasarkan Permendes Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Nomor 6 tahun 2020 dan Perbub Aceh Singkil, kata Tahrim, yaitu seluruh warga desa kecuali warga yang telah menerima bantuan PKH-BPNT, PNS, anggota Polri, dan prajurit TNI.

“Warga desa selain PNS, prajurit TNI, anggota Polri dan yang menerima bantuan PKH-BPNT, itulah yang kita data dengan cara meminta keterangan dan fotokopi kartu keluarga dan KTP,” tegas Tahrim.

Tahrim menambahkan, hasil pendataan ini akan diserahkn kepada pihak kecamatan untuk pengesahan. Lalu, setelah disahkan akan dibawa ke Badan Pemerintah Desa sebagai syarat pencairan dana BLT.

“Jika uangnya sudah diambil, langsung diserahkan kepada warga dalam bentuk uang tunai, masing-masing per kepala keluarga mendapat Rp600.000 selama tiga bulan masa pandemi Covid-19,” ungkap Tahrim.

Sementara itu, Ketua BPKam Kuala Baru Laut, Kecamatan Kuala Baru, Muttaqin ,mengaku di desanya juga sedang dilakukan pendataan warga yang berhak mendapatkan BLT.

Dalam hal pendataan, ia berharap agar tim pendata harus berkerja sama sebaik mungkin dengan kepala desa supaya mendapatkan data yang akurat dan pendataan berjalan dengan optimal.

“Situasi Covid-19 sangat sensitif.Oleh karena itu, dalam pendataan ini harus berkerja sama dengan berbagai pihak untuk menetapkan data yang layak,” ujar Muttaqin.

Kasi PMD Kecamatan Kuala Baru, Erpan SE menjelaskan Desa Kuala Baru Laut biaya anggaran BLT sebanyak 30 persen dari total anggaran desa yaitu senilai Rp219.600.000.

Dana yang relatif besar ini agar dapat diprioritaskan dalam penanganan covid-19. “BLT tidak bisa diterima oleh penerima PKH atau non-PKH. Dengan kata lain tidak bisa¬† dualisme penerimanya,” ujarnya.

Di Desa Ketapang Indah, menurut keterangan warganya, Suci Wati, juga sedang dilakukan pendataan.

Suci berharap, sebelum Lebaran uang BLT itu sudah dibagikan kepada warga agar beban kebutuhan warga  menjelang hari raya Idulfitri ini bisa sedikit ringan.[]

Editor : Ihan Nurdin