Sidak ke Masjid Agung Abdya, Dewan Temukan Ada yang Tak Beres

Masjid Agung Abdya

ACEHTREND.COM, Blangpidie – Baru-baru ini masyarakat Aceh Barat Daya (Abdya) digemparkan dengan jatuhnya plafon Masjid Agung Baitul Ghafur Abdya pada Jumat (1/5/2020). Masjid yang diresmikan oleh Bupati Abdya, Akmal Ibrahim, pada Selasa (11/2/2020) itu merupakan masjid kebanggaan masyarakat Abdya yang pembangunannya menelan biaya Rp15 miliar dari dana Otsus.

Jatuhnya plafon masjid yang baru dibangun itu tidak hanya mendapatkan perhatian dari masyarakat, tetapi juga dari Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Abdya.

Namun, saat anggota dewan melakukan inspeksi mendadak siang tadi, Rabu (6/5/2020), plafon yang runtuh ternyata sudah diperbaiki kembali oleh rekanan. Namun, ada temuan lain pada bangunan megah tersebut saat dewan berkunjung ke lantai bawah mesjid.

Ketua Komisi D DPRK Abdya, Ikhsan, kepada aceHTrend mengatakan, selain plafon, dalam sidak yang dipimpin langsung oleh Ketua DPRK itu juga didapatkan permasalahan lain, yakni keramik di lantai dasar masjid sudah mulai menampakan tanda-tanda tidak baik.

“Ada beberapa keramik di lantai bawah yang sudah pecah-pecah, dan itu juga akan diperbaiki dalam waktu dekat ini,” ungkap Ikhsan.

Hasil pantauan pihaknya, jatuhnya plafon masjid Agung Abdya itu karena balok penahannya tidak kuat, sehingga mudah runtuh dan menyebabkan plafon masjid ambruk.

“Menurut kami lihat, jatuhnya balok tersebut diduga ada pengurangan spek pada balok atas sehingga runtuh dan menyebabkan plafon ambruk,” ujarnya.

Apalagi kata Ikhsan, penyedia balok dan pembuat plafon itu merupakan perusahaan yang berbeda-beda. Oleh karena itu, patut diduga ada sesuatu yang kurang dari balok tersebut.

“Rekanannya berbeda dengan yang buat plafon. Di semen (balok) itu kami duga ada pengurangan spek,” Ikhsan.

Politisi muda PAN itu menyebutkan, secara keseluruhan pembangunan Masjid Agung Abdya  memang sudah bagus dan dapat digunakan untuk beribadah. Hanya saja, masih terdapat beberapa hal yang kurang sesuai dan menjadi pertanyaan, atau tidak dalam kondisi bagus, karena masih ada kebocoran pada lantai atas.

“Ke depan kita akan melakukan pansus terkait pembangunan Masjid Agung. Kita akan pelajari lebih dalam dan juga akan memanggil rekanan dan dinas terkait,” tegasnya.

Sementara itu, pernyataan yang sama juga disampaikan Ketua Komisi A DPRK Abdya, Sardiman. Menurutnya berdasarkan informasi yang diperoleh dari para rekanan, ambruknya plafon itu karena jatuhnya balok atas yang kemudian menimpa plafon.

“Penjelasan kontraktor, bahwa balok yang jatuh menimpa plafon tersebut dikerjakan oleh kontraktor lain,” katanya.

Sardiman juga menyebutkan, bangunan Masjid Agung Abdya itu dipegang oleh beberapa perusahaan rekanakan. Hal itu karena proses pembangunan yang dilaksanakan bertahap sampai finishing.

“Tidak dijelaskan siapa saja atau perusahaan apa saja yang ikut berkontribusi dalam proses pembangunan masjid tersebut,” ujarnya.

Namun, pihaknya akan segera mendalami permasalahan tersebut.

“Tetapi semua itu akan segera kita dalami secara lebih serius melalui Panitia Khusus (Pansus) APBK 2019,” pungkas Sardiman.[]

Editor : Ihan Nurdin