Terkait Isu RS Fauziah Tolak Periksa Traveller, Direktur: Nama Saya Dicatut Oknum Wartawan

Salah satu sudut RS Fauziah Bireuen. Sumber foto: Analisa/Murdeli.

ACEHTREND.COM,Bireuen-Pihak Rumah Sakit Umum dr. Fauziah yang juga sebagai salah satu rumah sakit rujukan covid-19, membantah telah menolak seorang traveller berinisial MH, ketika hendak memeriksa kesehatan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD). Direktur RS Fauziah dr. Amir Addani mengatakan namanya dicatut oleh salah seorang wartawan terkait isu tersebut.

Kepada aceHTrend, Rabu (6/5/2020) Amir Addani mengatakan, tidak seorang wartawan pun yang menelepon dirinya pada tanggal 5 Mei 2020 terkait peristiwa yang terjadi pada 21 April 2020. Amir menyebutkan oknum wartawan salah satu portal online itu telah membuat wawancara fiktif.

“Pada laman media itu dituliskan bila saya mengatakan: “Begitu dijelaskan ia baru dari Medan, para tenaga medis terkejut dan lari berhamburan dan menjauhi orang itu,” ungkap dr Amir Addani, M.Kes, direktur rumah sakit tersebut kepada media ini, Selasa 5 Mei 2020. Padahal wartawan itu tidak pernah menelepon saya untuk konfirmasi masalah tersebut,” terang Amir.

Mantan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bireuen itu menjelaskan, pada 21 April 2020, MH, warga Jeunib yang baru tiba dari Sumatera Utara, berkunjung ke UGD RS Fauziah. Dia tidak berani pulang ke rumah dan minta diperiksa kesehatannya.

Setelah mengamati tidak ada gejala apapun pada MH, pihak medis di IGD meminta yang bersangkutan segera pulang ke kampung dan melaporkan diri ke keuchik, agar segera didaftarkan sebagai Orang Dalam Pantauan (ODP).

“MH menolak saran petugas kesehatan. Dia mengaku tidak berani pulang. Dia minta rumah sakit menerbitkan selembar surat pernyataan bahwa MH tidak sakit. Petugas menolak. Kepada yang bersangkutan dijelaskan protap penanganan kepada setiap ODP yang tidak mengalami gejala apapun,” jelas Amir.

Entah bagaimana muasalnya, berselang beberapa waktu kemudian terbitlah informasi yang menurut Amir masuk kategori fake news bahwa petugas menolak memeriksa MH dan memilih melarikan diri. Dia catut pula seakan-akan yang memberikan keterangan adalah Amir. “Saya tidak pernah diwawancara dan informasi petugas kesehatan lari saat MH minta diperiksa adalah fitnah. Tidak ada peristiwa itu.”

Amir menambahkan, setelah kembali ke Jeunib, MH dibawa ke pusat karantina ODP di Bate Geulungku, Pandrah. “Hari ini dia menyudahi 14 hari masa karantina. Jelang siang dia dipulangkan. Kebetulan baju yang dipakai saat keluar karantina, sama dengan baju saat MH datang ke UGD. Alhamdulillah, sesuai protokol covid-19, MH sudah diperbolehkan pulang ke rumah,” jelas Amir.

MH (tiga dari kiri) saat pelepasan setelah selesainya masa karantina di pusat karantina covid-19 di Bate Geulungku, Pandrah, Bireuen, Rabu (6/5/2020). [Ist]

Di akhir wawancara, Amir mengatakan akan memanggil oknum wartawan tersebut untuk klarifikasi. “Hal-hal seperti ini tidak boleh dibiarkan. Kritis boleh, tidak dilarang. Tapi janganlah sampai menyebar fitnah,” imbuhnya.

Sementara itu, selang satu jam dari wawancara dengan Amir Addani, aceHTrend menghubungi oknum wartawan tersebut. “Sebentar ya, saya sedang di ruangan Pak Amir,” katanya dengan suara pelan. []