Majelis Pendidikan Aceh Minta Pembelajaran Daring Selama Covid-19 Diperkuat

ACEHTREND.COM, Banda Aceh – Majelis Pendidikan Aceh (MPA) menilai, kebijakan pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengenai pembelajaran sekolah dialihkan di rumah perlu diperkuat proses pembelajarannya dengan melibatkan semua stakeholder selama masa Covid-19 ini. MPA menilai, semuanya harus mengambil peran, seperti orang tua dan guru harus lebih komunikatif dalam proses pembelajaran daring.

“Kebijakan pengalihan belajar siswa dari sekolah ke rumah, yang disusul refocussing anggaran APBA di Aceh, harus disikapi dengan sikap produktif dan kreatif. Supaya pembelajaran siswa di Aceh pada masa Covid-19 ini dapat berjalan dengan baik,” ujar Ketua MPA, Prof Abdi A Wahab, melalui siaran pers, Kamis (7/5/2020).

Menurutnya, pemerintah perlu mengontrol proses pengajaran daring masa pandemi Covid-19 agar proses pembelajaran dapat berlangsung berkualitas dan inovatif. Perlu kolaborasi antara orang tua, guru, murid dan dinas terkait supaya kendala-kendala dalam proses pengajaran daring dalam situasi darurat seperti ini dapat diatasi dengan baik.

“Saya berharap, dengan situasi Covid-19 ini, sebaiknya komunikasi guru, murid dan orang tua dalam pembelajaran dapat berjalan dengan baik. Supaya proses pembelajaran dapat berlangsung timbal balik, antara guru dengan siswa dengan adanya kontribusi aktif orang tua,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, anggota MPA lainnya, Dr Ismail, M.Sc mengingatkan bahwa pembelajaran dari rumah perlu diperkuat. Dengan begitu, hak siswa untuk mendapatkan proses pendidikan yang terbaik tetap terwujud.

“Prediksi terbaru bahwa proses pembelajaran dari rumah akibat Covid-19 ini kemungkinan akan di perpanjang pemerintah pusat, karena penyebaran Covid-19 belum ditemukan vaksin,” ujar Ismail.

Pendapat senada dikemukan pengurus MPA lainnya, Prof Husni Husin, sistem belajar daring dari rumah ini perlu diperkuat dengan prasarana dan sarana. Apalagi berdasarkan peraturan Menteri pendidikan dan kebudayaan (Permendikbud) Nomor 19 tahun 2020 tentang Perubahan atas Permendikbud Nomor 8 Tahun 2020 tentang Juknis BOS Reguler. Telah membolehkan pengunaan dana BOS untuk pembelian pulsa, pembelian paket data, dalam layanan pendidikan daring berbayar bagi pendidikan dan peserta didik dalam rangka pelaksanaan pembelajaran dari rumah.

“Permendikbud Nomor 19 tahun 2020 telah membuka peluang untuk menggunakan dana BOS bagi kelancaran proses belajar daring untuk pembelian pulsa dan paket data internet. Tinggal yang dibutuhkan ialah memperkuat kepedulian semua pihak dalam merespons proses pembelajaran berbasis daring yang berkualitas,” ujar Husni Husin yang juga Guru Besar Universitas Syiah Kuala.

Dalam situasi pandemi seperti ini, proses pembelajaran bagi peserta didik di Aceh harusnya tetap berlangsung dengan baik. Keberlangsungan proses pendidikan daring harus diperkuat dengan perhatian semua pihak. Supaya setiap kendala yang timbul dalam implimentasi pendidikan berbasis daring ini dapat diselesaikan dengan cepat.[]

Editor : Ihan Nurdin