Pemuda Gunong Kleng Aceh Barat Minta PT Mifa Tunaikan Janji

Yusmadi -Ketua Pemuda Gunong Kleng

ACEHTREND.COM, Meulaboh – Pemuda Desa Gunong Kleng, Kecamatan Meureubo, Kabupaten Aceh Barat mengaku kecewa dan merasa dianaktirikan oleh manajemen PT Mifa Bersaudara. Mereka mengaku jarang diperhatikan baik dalam hal penerimaan tenaga kerja maupun kebijakan lain dari perusahaan tersebut.

Ketua Ikatan Pemuda Gampong Gunong Kleng, Yusmadi, Kamis (7/5/2020) mengatakan, kekecewaan bermula saat kegiatan turnamen bola voli dalam rangka hari ulang tahun (HUT) pemuda atau Zevean Cup tahun 2020 pada 31 Januari 2020 lalu. Kala itu, kata Yusmadi, panitia telah menyampaikan permohonan bantuan dana kepada manajemen PT Mifa Bersaudara.

Kemudian setelah melalui proses panjang, akhirnya pada tanggal 25 Januari 2020, manajemen perusahaan melalui salah satu humasnya menyampaikan persetujuan pemberian bantuan kepada panitia, dan dimohon untuk segera menyampaikan nomor rekening bank sebab proses pencairan bantuan dilakukan dengan cara transfer. Namun hingga hari ini, bantuan itu tak kunjung dikirim.

“Seperti bantuan untuk mendukung pelaksanaan kegiatan pemuda gampong yang sudah dijanjikan lebih dari dua bulan tak kunjung dicairkan. Setiap kali kami tanya selalu mendapat jawaban bertele-tele, bahkan sering tidak direspons” kata Yusmadi.

Kata Yusmadi, saat ini mereka mulai gerah. Karena nyatanya bantuan yang pernah dijanjikan PT Mifa Bersaudara kepada pemuda hanya berujung isapan jempol belaka.

“Soal bantuan untuk panitia Turnamen Bola Voli Zevean Cup kami meminta ketegasan perusahaan. Apakah bantuan itu tetap diberikan atau tidak. Kami minta manajemen perusahaan untuk memperlakukan Gampong Gunong Kleng dengan perlakuan yang layak, dan menghentikan pelecehan seperti ini,” harap Yusmadi.

Yusmadi menambahkan, Desa Gunong Kleng merupakan salah satu desa wilayah operasional perusahaan yang selama ini sudah menerima dengan baik kehadiran perusahaan PT Mifa Bersaudara. Hal ini terbukti dengan tidak adanya komplain-komplain yang dilakukan oleh gampong. Meskipun merasakan diperlakukan seperti anak tiri. Ke depan pemuda meminta manajemen perusahaan senantiasa melakukan koordinasi dengan pemerintah desa dalam setiap kebijakan yang berkaitan dengan masyarakat setempat.

“Apabila kebijakan-kebijakan perusahaan dinilai masih saja melecehkan gampong, maka pemuda Gampong Gunong Kleng tentu akan mengambil sikap sesuai dengan kapasitas dan koridor hukum yang berlaku,” tambahnya.

Sementara itu, CSR & Corcom Senior Manager PT Mifa Bersaudara, Azizon Nurza, saat dikonfirmasi aceHTrend menjelaskan, saat ini kondisi perusahaan PT Mifa Bersaudara belum stabil, dan harga batu bara yang terus menurun. Kemudian ditambah dengan kondisi Covid-19 yang membuat aktivitas perusahaan tidak normal seperti biasanya.

“Saya berharap semua pihak bisa bersabar, sebab semua ada prosesnya dan butuh waktu. Jika nanti sudah cair segera akan diserahkan. Apalagi dalam kondisi Covid-19 di mana aktivitas kita tidak bisa seperti biasa. Posisi perusahaan sekarang sedang melakukan efisiensi untuk dapat bertahan, semoga kita dapat melalui ini dengan baik dan dalam waktu dekat. Mohon dukungan masyarakat,” kata Azizon Nurza, Kamis sore (7/5/2020) di Meulaboh.[]

Editor : Ihan Nurdin