PUSPA Aceh Utara Sewakan Rumah Sementara untuk Keluarga Bakhtiar

Bakhtiar bersama sejumlah anak-anaknya, Sabtu, 2 Mei 2020 @aceHTrend/Bustami

ACEHTREND.COM, Lhoksukon – Forum Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (PUSPA) Cut Meutia menyewakan rumah untuk keluarga Bakhtiar Beni, warga Desa Ulee Reuleung, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara, karena rumahnya yang sekarang sudah tidak layak huni, Rabu (6/5/2020).

Ketua PUSPA, Suryani SE kepada aceHTrend mengatakan, rumah yang disewakan tersebut untuk mengantisipasi keadaan musim penghujan, sembari menanti rumah layak huni selesai dibangun.

“Sedikit terkendala pembangunan rumah kepada keluarga Pak Baktiar akibat pembebasan lahan. Rumah direncanakan bisa selesai Lebaran oleh Bu Darwati A Gani, sampai saat ini masih terkendala di lahan,” katanya.

Oleh sebab itu, tim PUSPA berinisiatif menyewa rumah dengan luas 8×7 meter selama dua bulan agar mereka tenang dalam menjalankan ibadah puasa dan bisa berlebaran di tempat yang layak.

“Seperti yang kita ketahui rumah Pak Baktiar yang beralaskan tanah ketika musim penghujan lantainya lembap dan sayang anak-anaknya harus buka puasa dalam keadaan yang tidak nyaman,” tutur Suryani.
.
Tambahnya, rumah yang disewakan saat ini memiliki tiga kamar tidur, satu ruang tamu, dapur, dan kamar mandi, dengan halaman yang luas.

“Rumah sewa ini tidak jauh dari kediaman beliau sekarang, berada di jalan Medan-Banda Aceh di gampong yang sama,” tambah Suryani yang didampingi sekretarisnya Nurliani.

Seperti diberitakan sebelumnya, satu keluarga di Kabupaten Aceh Utara, terpaksa tinggal di gubuk yang hampir roboh. Mirisnya, gubuk derita tersebut berada di atas lahan orang lain (pinjaman), tepatnya di Gampong Ulee Reuleueng, Kecamatan Dewantara.

Rumah tersebut milik Bakhtiar Beni yang tinggal bersama istrinya Anisah dan 11 anaknya yang hidup serba kekurangan. Rumah yang berukuran 3×4 meter itu dindingnya terpasang dari anyaman bambu, beratap daun rumbia, dan berlantai tanah terlihat sudah miring alias hampir roboh. Isi dalamnya tidak ada kamar pembatas antara dapur dengan tempat tidur, tidak seperti halnya rumah orang-orang yang memiliki ekonomi menengah ke atas.[]

Editor : Ihan Nurdin