Banjir Landa Lima Daerah, Puluhan KK Mengungsi di Aceh Jaya

Banjir di Gampong Neusu, Banda Aceh, Jumat 8 Mei 2020 @aceHTrend/Hendra Keumala

ACEHTREND.COM, Lhoksukon – Hujan deras yang mengguyur sebagian wilayah Aceh dalam beberapa hari terakhir telah menyebabkan ratusan rumah warga di lima kabupaten/kota terendam banjir.

Berdasarkan data yang diterima aceHTrend dari Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), Jumat (8/5/2020), kelima daerah yang terendam banjir, yaitu Kota Banda Aceh, Aceh Besar, Bireuen, Aceh Besar, Aceh Selatan, dan Aceh Jaya.

Di Kota Banda Aceh banjir melanda sejumlah kecamatan, di antaranya di Kecamatan Kuta Raja di Desa Lampaseh, Peulanggahan, dan Merduati.

Baca: Banda Aceh Dikepung Banjir

Sedangkan, di Kecamatan Meuraxa terdampak di Desa Blang Oi, Kecamatan Baiturrahman yakni Desa Neusu, Desa Peuniti, dan kawasan Jalan Muhammad Jam. Selanjutnya Kecamatan Lueng Bata tepatnya di Desa Batoh.

“Banjir yang terjadi sejak kemarin sore juga merendam dua kecamatan di Aceh Besar di antaranya Kecamatan Peukan Bada bertempat di Dusun Ayahanda Kemukiman Ajun yang berdampak 12 unit rumah warga tergenang banjir,” kata Kepala BPBA, Sunawardi dalam keterangannya, Jumat (8/5/2020).

Sedangkan, di Kecamatan Lhoong yang juga di wilayah Aceh Besar menurut amatan petugas di lokasi kondisi banjir dan debit air tidak sampai merendam pemukiman warga.

“Hingga saat ini tim BPBD Aceh besar Pos Lhong terus melakukan pemantauan dan melakukan pengecekan bersama unsur kecamatan di kedua titik lokasi banjir yaitu baik di Krueng Kala maupun Geunteut,” katanya.

Selain itu, banjir juga merendam Kabupaten Aceh Barat pada Minggu, 03 Mei 2020 lalu. Berdampak di lima kecamatan antaranya Kecamatam Kaway XVI, Johan Pahlawan, Meureubo, Pantonreu, dan Kecamatan Woyla Barat.

“Banjir itu diakibatkan meluapnya air sungai Meuruebo ke permukiman warga, selain itu, dari lima kecamatan dan 14 desa pada umumnya air sudah surut,” katanya.

Sementara di Kabupaten Bireuen, banjir terjadi pada Sabtu, 02 Mei 2020 di empat kecamatan. Adapun dampak banjir tersebut di Kecamatan Peudada bertempat Desa Pinto Rimba terjadi longsor badan jalan jembatan gorong-gorong dengan luas jalan 3,5 meter, longsor pinggir jembatan gorong-gorong kiri 1,8 meter, kanan 1 meter, kedalaman gorong-gorong 8 meter.

Selanjutnya di Desa Tanjong Seulamat terdapat 2,8 hektare lahan pertanian masyarakat milik Banta (42) dan Fajri (38) terendam dan juga terjadi amblas tebing jalan.

Sementara di Kecamatan Jeumpa di Desa Abeuk Usong air yang tergenang di depan rumah warga dengan ketinggian air 30 cm hingga 40 cm, Desa Blang Seupeung tergenang air depan rumah warga dengan ketinggian air 30 cm hingga 60 cm.

Lalu, Desa Teupok Tunong tergenang air depan rumah warga dengan ketinggian air 30 hingga 70 cm. Kemudian di Kecamatan Kota Juang dan Kecamatan Jangka terdapat Rumah tertimpa pohon Akibat angin kencang di Desa Alue Buya milik Muzakkir (41).

“Banjir juga merendam Kabupaten Aceh Selatan, diakibatkan air sungai Trumon melupa ke permukiman masyarakat dengan ketinggian bervariasi antara 30 cm sampai dengan 50 cm,” jelasnya.

Adapun banjir merendam Kecamatan Trumon Timur yakni 6 unit rumah di Gampong Seunobok Pusaka, 25 unit rumah Gampong Lhok Raya dan lima unit rumah di Cot Bayu.

Dia menyebutkan hingga saat ini masyarakat masih bertahan di rumah, sedangkan air mulai naik ke Gampong Cot Bayu.

Sedangkan di Kabupaten Aceh Jaya, banjir merendam pemukiman warga di Desa Alue Gro Kecamatan, Sampoiniet, mengakibatkan 65 KK atau 248 Jiwa terpaksa mengungsi di balai desa dan meunasah setempat.

“Saat ini tim sedang melakukan pemantauan dan tinjau lokasi serta pengecekan debit air di titik-titik banjir. Serta mendata kerugian warga akibat banjir tersebut,” pungkasnya.[]

Editor : Ihan Nurdin