ODGJ di Aceh Utara Tak Bisa Dirujuk ke RSJ karena Covid-19

Khairiah saat menerima kunjungan Keuchik Ulee Madon, Salahuddin, @aceHTrend/Mulyadi Pasee

ACEHTREND.COM, Lhoksukon – Nasib malang menimpa Abdullah (35), warga Gampong Ulee Madon, Kecamatan Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara yang kini hidup dalam pasungan karena berstatus orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) dan dianggap membahayakan keselamatan warga.

Kehidupan Abdullah sangat memprihatinkan dengan kondisi kaki kanan harus dirantai untuk membatasi ruang gerak. Padahal sebelumnya Abdullah pernah dirawat di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Aceh. Namun, pihak rumah sakit akhirnya memperbolehkan pasien tersebut pulang, meskipun kondisi pasien belum sembuh total.

Ibunda Abdullah, Khairiah (52) mengatakan anak sulungnya itu sudah menderita gangguan kejiwaan sejak Darurat Militer. Dia pun terpaksa dirantai lantaran sangat membahayakan keluarganya dan warga sekitar.

“Dia sering mengamuk tidak jelas, bahkan pernah ingin membakar rumah dan memecahkan piring di rumahnya sendiri,” kata Khairiah kepada aceHTrend, Selasa (12/5/2020).

Dia menyebutkan, padahal anaknya itu sudah puluhan kali dibawa ke RSJ Banda Aceh untuk menjalani perawatan. Namun, setiap dua bulan kali pihak rumah sakit menghubungi pihak keluarga agar menjemput pasien tersebut lantaran dinilai sudah sembuh.

“Tapi kenyataannya tidak sembuh, malah dia semakin arogan,” katanya.

Ketika Keuchik Ulee Madon, Tgk Salahuddin AB bersama aceHTrend berkunjung ke rumah pasien tersebut, terlihat Abdullah sedang dipasung di belakang rumah dan sempat mengamuk serta meminta disuruh lepaskan rantai di kakinya.

Meunyoe hana neu tem peulheuh rante, neujak woe keudeh dan hana urusan droe neuh neujak keunoe,” kata Abdullah.

Selain itu, ibunda pasien sangat mengharap supaya anaknya tersebut dapat dirujuk kembali ke RSJ Aceh di Banda Aceh. Padahal sebelumnya dia juga pernah meminta untuk dibawa kembali ke Banda Aceh, tapi pihak rumah sakit menolak lantaran saat ini sedang ada wabah virus corona.

Sedangkan Tgk Salahuddin AB selaku keuchik juga berharap khususnya kepada Dinas Kesehatan (Dinkes) Aceh Utara agar dapat memfasilitasi warganya untuk dirujuk ke Banda Aceh, mengingat Abdullah termasuk keluarga tidak mampu.

Salahuddin menyarankan pihak RSJ untuk mengobati hingga pasien benar-benar sembuh, jangan setengah-setengah. Selain itu, pihak keluarga juga pernah meminta pasien untuk dirujuk ke Banda Aceh, tetapi untuk sementara ditolak lantaran adanya wabah virus corona.

“Kita minta pihak rumah sakit jangan jadikan alasan wabah corona untuk menolak pasien, karena pasien juga butuh pengobatan,” pinta Salahuddin.[]

Editor : Ihan Nurdin