Puluhan Hektare Tanaman Padi di Aceh Utara Terancam Gagal Panen

Kondisi sawah yang terendam banjir di Gampong Paya Gaboh, Sawang, Aceh Utara, Senin (12/5/2020). @aceHTrend/Mulyadi Pasee

ACEHTREND.COM, Lhoksukon – Hujan lebat dan angin kencang yang melanda Kabupaten Aceh Utara dalam pekan ini mengakibatkan puluhan hektare sawah terendam banjir, padahal masa panen diperkirakan telah dekat dan terancam gagal panen.

“Lahan sawah yang terendam banjir itu dipastikan akan panen selama satu pekan lagi, lantaran terendam banjir dipastikan akan gagal panen,” kata Geuchik Payah Gaboh, M Zulfahmi, kepada aceHTrend, Senin (11/5/2020).

Menurutnya, banjir tidak sampai menggenangi permukiman warga, hanya menggenangi areal pertanian sejak beberapa hari terakhir ini. Dia juga menyebutkan banjir ini juga sudah hampir setiap tahun dialami oleh petani di daerah tersebut.

Selain itu, saluran pembuangan yang ada juga tidak memadai, sehingga jika curah hujan tinggi, maka dipastikan lahan pertanian tergenang banjir. Sementara saat kemarau mengalami kekeringan, padahal sumber airnya dari Krueng Sawang tersedia.

“Sumber air kita ada, tapi kenapa di saat musim kekeringan air dialiri ke lahan persawahan di Krueng Mane (Muara Batu) dan kenapa tidak difokuskan untuk Kecamatan Sawang sendiri,” katanya.

Persoalan tersebut kata Zulfahmi sudah disampaikan saat musrenbang tingkat kecamatan, mengenai krisis air saat musim kemaran. Pihaknya mengusulkan di Gampong Punteut hingga Paya Gaboh dibangun saluran air sebagai jalur distribusi. Namun, jika pembangunan itu tidak diwujudkan, petani setempat berinisiatif akan menutupi saluran yang sudah ada.

“Jadi untuk apa dibuka, jika ada kelebihan air di tempat lain, baru dialiri ke tempat kami. Seperti terjadi saat ini, hingga mengakibatkan petani di sini sebagian gagal panen,” tegasnya.

Sementara itu, anggota DPRK Aceh Utara, Jufri Sulaiman menyebutkan area lahan persawahan yang terendam banjir itu Kemukiman Sawang Utara meliputi Gampong Paya Gaboh, Cot Keumuneng, Ulee Geudong, dan sekitarnya.

“Informasi saya terima ada puluhan hektare tanaman padi yang menunggu hari untuk panen telah terendam dan dipastikan gagal panen,” kata putra asli Sawang ini.

Menurut Jufri,  ini menjadi bencana baru di tengah bencana Covid-19 yang sedang dihadapi saat ini. “Jadi, harap pemerintah melalui dinas terkait harus hadir sehingga permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat bisa terselesaikan,” ujarnya.

Pihaknya juga menyarankan pemerintah harus membuat perencanaan dengan benar, kemudian tindak lanjut dengan realisasi kegiatan pada anggaran perubahan, sehingga tahun depan persoalan banjir ini bisa terselesaikan dan juga persoalan kekeringan saat musim kemarau bisa mereka atasi.

Selain itu, salah seorang kepala desa juga pernah mengusulkan dalam musrenbang kecamatan untuk pembangunan saluran untuk areal persawahan daerah tersebut.

“Kalau itu benar, tinggal dinas terkait menindaklanjuti keluhan yang dialami petani,” ujarnya.[]

Editor : Ihan Nurdin