Mahasiswa Aceh di Bandung Pertanyakan Janji Pemerintah Aceh soal Bansos Covid-19

Ketua IKAPA Bandung Harisul Amal @ist

ACEHTREND.COM, Bandung – Beberapa waktu lalu, Pemerintah Aceh mewacanakan membagikan bantuan sosial (bansos) kepada mahasiswa rantau yang tidak kembali ke Aceh, merujuk pada imbauan pemerintah untuk tidak pulang. Namun, hingga saat ini bansos yang dijanjikan oleh pemerintah tersebut belum kunjung diterima oleh mahasiswa.

Ketua Umum Ikatan Pemuda Aceh (IKAPA) Bandung, Harisul Amal mempertanyakan dana bansos yang dijanjikan oleh Pemerintah Aceh. Dia mengatakan, pihaknya berhak menagih karena pemerintah sudah berjanji dan pemerintah juga sudah mengalokasikan dana sebanyak Rp1,7 triliun untuk penanganan Covid-19.

“Pemerintah jangan bersikap tidak bertanggung jawab karena sebelumnya sudah melarang mahasiswa di rantau untuk tidak pulang saat puasa dan Lebaran, dan menjanjikan bansos. Akan tetapi sekarang puasa udah mau selesai dan Lebaran tersisa sekitar seminggu lagi, bansos yang dijanjikan tak kunjung tiba. Jangan sampai Lebaran lewat, bansos pun hanya jadi angin lalu,” katanya melalui siaran pers, Rabu (13/5/2020).

Haris mengaku sempat terbuai dengan angin segar Pemerintah Aceh yang hendak memberikan bansos kepada mahasiswa Aceh di Bandung.

“Kami sempat terbuai dengan angin segar, kami kira Pemerintah Aceh sangat peduli terhadap kami, taunya hanya dijadikan alat pencitraan. Berita tentang bansos ini disebar ke mana-mana memberi harapan. Saya jadi ingin bertanya, apakah ini karena alur birokrasi yang sangat ribet, atau jangan-jangan pemerintah hanya sekadar menjadikan kami wacana untuk pencitraan semata?” katanya mempertanyakan.

Haris bahkan mengatakan, Pemerintah Aceh dalam kerjanya terkesan sangat lambat. Mahasiswa Aceh di Bandung bahkan sudah mendapatkan bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat berupa sembako, dengan proses yang cepat dalam kurun dua sampai tiga hari.

Sementara itu, Kabid Advokasi IKAPA, Awla Rajul menyampaikan bahwa Pemerintah Aceh harus menyegerakan bansos yang akan dibagikan kepada mahasiswa. Terlebih dengan kondisi akademik yang masih berjalan di tengah situasi pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Jawa Barat.

“Kami berharap Pemerintah Aceh dapat menyegerakan bansos. Saat ini mahasiswa masih menjalankan kegiatan akademik di tengah situasi PSBB di Bandung. Jadi kami harap semoga kami menjadi salah satu prioritas, semoga saja,” ungkapnya.[]

Editor : Ihan Nurdin