Puluhan Rumah Rusak di Aceh Tengah dan Jembatan di Bener Meriah Putus Diterjang Banjir Bandang

Banjir bandang di Aceh Tengah

ACEHTREND.COM, Takengon – Banjir bandang yang menerjang tiga desa di Aceh Tengah mengakibatkan puluhan rumah warga rusak berat dan sedang.

“Ada 31 unit rumah rusak berat dan 26 unit rumah rusak sedang,” kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati melalui keterangan tertulis diterima aceHTrend, Kamis (14/5/2020).

Dia menyebutkan, data sementara banjir itu mengakibatkan korban luka empat orang di Desa Paya Tumbi Baru dan satu lainnya dari Desa Paya Tumbi Induk, Kecamatan Kebayakan.

“Warga yang mengungsi berjumlah 10 KK atau 33 jiwa di SDN 3 Kebayakan, sedangkan sekitar 15 KK (56 jiwa) mengungsi ke rumah saudara,” ujarnya.

Untuk perkembangan hingga Rabu malam (13/5/2020), pemerintah daerah sudah menyalurkan bantuan kepada warga serta mengerahkan alat berat segera melakukan pembersihan material banjir bandang untuk memastikan proses evakuasi dan pembersihan material longsor, terutama pada akses jalan.

“Untuk akses jalan Takengan–Bireueun telah dibuka dan berjalan normal kembali,” ujarnya.

Dia menambahkan, banjir bandang menerjang beberapa wilayah seperti Kecamatan Kebayakan, desa terdampak banjir bandang yakni Desa Paya Tumbi Induk, Paya Tumpi Baru, Pinangan, dan Gunung Balohen.

Selanjutnya di Kecamatan Bebesan, desa yang terdampak di Desa Daling. Jalan kampung Desa Daling tertimbun material lumpur. Namun, jalan tersebut masih bisa dilalui kendaraan roda dua dan roda empat.

“Kejadian banjir bandang yang dipicu salah satunya karena hujan intensitas tinggi di daerah setempat,” katanya.

Sementara itu, penanganan darurat pascabanjir juga dilakukan di wilayah Bener Meriah yang meliputi tiga kecamatan.

Adapun terdampak banjir tersebut, yakni Kecamatan Bukit (Desa Mutiara Baru), Kecamatan Mesidah (Cemparam/Pakat Jeroh), dan Permata (Desa Wih Tenang Toa).

Akibat banjir tersebut putusnya jembatan penghubung di Desa Wih Tenang Toa dan Dusun Bakongan, sehingga akses menuju Dusun Bakongan putus total dan tidak dapat dilalui roda dua maupun roda empat.

Hingga saat ini Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Bener Meriah, unsur pemerintah terkait lainnya, dan TNI/Polri dibantu masyarakat setempat membersihkan lumpur yang memasuki rumah warga.

“Mereka membersihkan material kayu yang menumpuk di jalan. Untuk Kecamatan Permata Desa Weh Tenang Toa sampai saat ini belum bisa dilalui roda dua maupun roda empat,” pungkasnya.[]

Editor : Ihan Nurdin