Terdesak Ekonomi, Dua Warga Langsa Nekat Satroni Rumah Tetangga

Dua tersangka bersama barang bukti saat diamankan di Polsek Langsa Barat, Kamis (14/5/2020).

ACEHTREND.COM, Langsa – Terdesak ekonomi, dua warga Langsa menyatroni rumah kosong di Dusun Setia, Gampong Karang Anyar, Kecamatan Langsa Baro, Minggu malam (10/05/2020).

Kapolres Langsa, AKBP Giyarto SH SIK, melalui Kapolsek Langsa Barat, Ipda Muliyadi SE, kepada aceHTrend, Kamis (14/05/2010), mengatakan, dua pelaku yakni NS (38), warga Gampong Karang Anyar, Kecamatan Langsa Baro dan MJ (40), warga Gampong Sidodadi, Kecamatan Langsa lama. Keduanya ditangkap Unit Reskrim Polsek puku 01.00 WIB di rumah masing-masing.

Kapolsek menjelaskan, pelaku masuk ke rumah korban saat korban tak ada di rumah sewanya karena kembali ke rumahnya Aceh Timur. “Kesempatan rumah kosong itulah, pelaku masuk ke rumah sewa korban tersebut,” ujarnya.

Kata Kapolsek, pihaknya mendapat laporan pencurian itu, pada Selasa (12/05/2020), sekira pukul 23.55 WIB. Setelah mendapat laporan itu, tim Reskrim Polsek Langsa Barat langsung melakukan penyelidikan, dan Rabu (13/05/2020) pukul 01.00 WIB  berhasil meringkus mereka di rumah masing-masing.

Awalnya, mereka berhasil menangkap tersangka NS dan menyita barang bukti dua unit sprei merk Star, satu set tuperware warna ungu, satu pasang sepatu sport warna orange, satu unit tabung gas elpiji 3 kg. Selain itu juga ada satu unit piringan mata gerenda mesin, satu unit mesin dap air, satu unit kipas angin merk Miyako warna putih, satu unit DVD Mitochiba warna hitam.

Selanjutnya, tak butuh waktu lama, pihaknya kembali menangkap tersangka MJ selaku penadah, darinya disita barang bukti 1 unit TV LCD 32 inci merk LG yang dia beli dengan harga Rp600.000.

“Dari pengakuan NS, dia dan temannya A (DPO), melakukan pencurian tersebut karena tuntutan ekonomi. Untuk A (DPO) kini masih dalam penyelidikan Polsek Langsa Barat,” ujar Kapolsek.

Sementara itu, saat ini kedua tersangka dan barang bukti kini diamankan di sel Mapolsek Langsa Barat. “Mereka dikenakan Pasal 363 KUHPidana, dengan ancaman  paling lama tujuh tahun penjara,” tutup Kapolsek.[]

Editor : Ihan Nurdin