Tumbuhnya Awan Cumulonimbus Picu Angin Kencang Disertai Hujan, Masyarakat Diimbau Waspada

Awan Cumulonimbus @Wikipedia

ACEHTREND. COM, Banda Aceh – Angin kencang disertai hujan terus melanda kawasan Banda Aceh dan sekitarnya dalam beberapa hari terakhir. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika menyebutkan kondisi itu diakibatkan oleh tumbuhnya awan cumulonimbus dan diperkirakan akan terjadi hingga tiga hari ke depan. Warga diharapkan waspada dengan pergantian musim tersebut.

“Kalau di India itukan namanya siklon tropis, sementara kalau di Aceh itu disebabkan ada tumbuhnya awan awan cumulonimbus (CB), jadi awan tersebut terjadi karena ada pergerakan massa udara yang disebabkan adanya tekanan di dalam awan tersebut. Tekanan di puncak awan dengan di permukaan awan itu beda, ketika tekanan di permukaannya lebih rendah maka massa udaranya akan bergerak ke bawah yang mengakibatkan angin kencang. Begitu juga sebaliknya, apabila tekanan rendah terdapat di puncak itu juga akan bisa mengakibatkan udaranya ke atas dan mengakibatkan angin kencang jadi turbulensi,” kata Kasi Data dan Informasi BMKG Stasiun Sultan Iskandar Muda Blang Bintang, Zakaria, saat dihubungi aceHTrend, Rabu (20/5/2020).

Kasi Data dan Informasi BMKG Stasiun Blang Bintang Zakaria

Menurutnya, awan CB ini terlihat tidak stabil. Awan cumulonimbus juga bisa menyebabkan terjadinya kilat, petir, angin kencang, bahkan hujan es, bahkan bisa terjadi puting beliung di siang atau sore hari. Cuaca seperti ini sangat berdampak, sehingga masyarakat diminta harus waspada, karena angin kencang ini bisa mengakibatkan pohon tumbang dan gelombang tinggi.


“Bisa saja atap rumah beterbangan, maka warga harus lebih berhati-hati karena kita dalam keadaan musim peralihan dari angin timur ke barat, untuk angin barat biasanya di Aceh lebih kencang. Makanya kita imbau masyarakat agar lebih berhati-hati, tidak berteduh di bawah pohon dan sebisa mungkin tidak memarkirkan kendaraan di bawah pohon. Lalu kepada masyarakat nelayan dan jalur penyeberangan laut, seperti fery untuk tidak menyeberang dulu dan tidak melaut dulu, selama dua atau tiga hari ke depan tergantung kondisi. Kalaupun melaut di pinggir-pinggir saja dan jangan lupa bawa alat pelampung dan alat komunikasi agar lebih mudah mencari bantuan,” kata Zakaria.

Ia menambahkan, karena awan CB ini juga berpotensi memicu terjadinya hujan deras seperti yang terjadi beberapa hari terakhir ini, dapat dirasakan ada hujan sedang dan hujan deras yang terjadi hampir di seluruh Aceh, untuk daerah pegunungan seperti Gayo Lues, Aceh Tengah, Bener Meriah, Subulussalam, Aceh Tenggara, dan daerah Pidie bagian tengah seperti di Tiro, Bireuen, supaya hati-hati terhadap tanah longsor.

“Sementara kalau daerah wilayah pinggir sungai supaya hati-hati dan waspada terhadap banjir, kemudian daerah barat selatan Aceh di daerah pinggir pantai, harus waspada dengan ombak tinggi, karena berpotensi terjadi abrasi atau pengikisan pantai. Untuk angin puting beliung itu lebih ke daerah Aceh Utara, Bireuen, Pidie Jaya, Bener Meriah, Aceh Tengah dan juga Aceh Besar, itu lebih berpotensi puting beliung,” sebut Zakaria.

Zakaria mengatakan, kalau yang terjadi beberapa waktu lalu di Pulo Aceh bukan puting beliung, melainkan angin barat yang pusarannya terjadi secara acak, berbeda dengan puting beliung yang berpusar ke atas.

“Ciri-ciri awan CB ketika tumbuh menjulang tinggi seperti bunga kol, dan kadang-kadang tidak nampak kalau ada awan-awan lain dan ketika dia sudah matang itu warnanya hitam kayak tidak rata kalau kita lihat permukaanya. Dan lebih lebih kalau sudah diinsert dengan guntur itu sudah positif awan CB.”

Sementara itu katanya, badai yang terjadi di India dan Bangladesh sejak sepekan terakhir, jauh lebih mengerikan dan berupa tornado. Disebut juga angin siklon yang terjadi akibat tekanan rendah di daerah tersebut, siklon ini bisa terjadi dalam jangka waktu lama, mingguan, bahkan bulanan, sedangkan puting beliung biasanya hanya hitungan menit.

“Untuk hari ini kondisi awan terlihat putih, kalau dari prediksi BMKG, CB itu akan terjadi saat sore atau malam nanti, dan untuk tiga hari ke depan akan terus seperti ini,” katanya.[]

Editor : Ihan Nurdin