Abrasi Pantai Palak Kerambil, Wabup Muslizar Minta Bangunan Jetty Direlokasi

Wakil Bupati Abdya Muslizar MT @aceHTrend/Masrian Mizani

ACEHTREND.COM, Blangpidie – Wakil Bupati Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Muslizar MT meminta kepada Pemerintah Aceh agar bangunan jetty di kawasan pantai Kedai Palak Kerambil, Kecamatan Susoh, direlokasi menjadi break water atau pemecah ombak.

Permintaan tersebut disampaikan Muslizar saat mengunjungi lokasi abrasi bersama anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Irfan Nusir, Kamis (21/5/2020).

“Selama ini kita terus berupaya melakukan penanganan masalah abrasi di Palak Kerambil semampu kita pemerintah daerah. Dan masalah abrasi ini sudah menjadi bencana tahunan, bahkan kita juga sudah menyerahkan berkas pembangunan break water kepada Pak Plt Gubernur Aceh agar dimasukkan ke dalam APBA tahun 2020,” ungkap Muslizar.

Ia menyebutkan, penanganan abrasi tersebut tidak mungkin tertangani dengan menggunakan APBK. Oleh sebab itu, Muslizar meminta agar pembangunan break water di pesisir pantai Palak Kerambil tersebut dibangun dengan menggunakan APBA.

“Karena dalam APBA tahun 2020 ini tidak dianggarkan, maka kami meminta agar adanya penanganan sementara terkait masalah abrasi ini. Kalau menurut kami, penyebab abrasi ini dikarenakan adanya pembangunan jetty¬†Krueng Cangkoi Palak Kerambil dan jetty Pantai Jilbab yang menghimpit pemukiman warga Palak Kerambil, sehingga air laut terkonsentrasi ke pemukiman warga. Maka kami meminta agar kedua jetty yang memiliki panjang 100 meter lebih itu direlokasi menjadi break water dipesisir pantai Palak Kerambil guna mengatasi persiolan abrasi ini,” pinta Muslizar.

Sebab kata Muslizar, jika masalah abrasi tersebut tidak segera diatasi, maka akan berdampak pada seluruh pemukiman warga. Bisa-bisa Gampong Palak Kerambil nantinya hanya tinggal nama disebabkan abrasi yang semakin mengganas.

“Kalau jetty itu direlokasi, penanganannya bisa dilakukan oleh BPBA, karena prosesnya hanya pemindahan batunya di pesisir pantai Palak Kerambil, sehingga ombak tidak lagi pecah ke pemukiman warga,” ujarnya.

Ia menyebutkan, abrasi pantai tahun ini lebih parah dari tahun sebelumnya. Akibat abrasi tersebut sejumlah kepala keluarga (KK) tidak lagi mendiami rumah mereka yang rusak akibat dihantam ombak. Jika ini terus dibiarkan, kata Muslizar, maka dikhawatirkan penduduk Gampong Palak Kerambil harus direlokasi.

“Boat nelayan dengan kapasitas 10 sampai 20 GT juga ikut terdampak abrasi ini. Jadi kita selaku pemerintah daerah sudah mengarahkan¬†alat berat untuk membantu memindahkan boat-boat nelayan di kawasan pantai yang terkena abrasi, dan kita tetap siap siaga kapan pun di lokasi ini. Maka oleh sebab itu kami meminta kepada Pemerintah Aceh dan DPRA untuk secepatnya menangani masalah abrasi ini demi keselamatan warga Palak Kerambil,” pungkas Muslizar.[]

Editor : Ihan Nurdin