Anggota DPRA Minta Pembangunan Break Water di Palak Kerambil Abdya Masuk Anggaran Tahun 2020

Anggota DPRA Irfan Nusir @aceHTrend/Masrian Mizani

ACEHTREND.COM, Blangpidie – Anggota DPRA, Irfan Nusir meminta Pemerintah Aceh menganggarkan dana untuk pembangunan tanggul pemecah ombak (break water) di pesisir Gampong Kedai Palak Kerambil, Kecamatan Susoh, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) yang terkena abrasi dalam ABPA tahun 2020.

Permintaan itu disampaikan Irfan Nusir setelah melihat langsung dan mendengar keluhan masyarakat setempat saat dirinya bersama Wakil Bupati Abdya, Muslizar MT mengunjungi lokasi tersebut, Kamis (21/5/2020).

“Kita DPR komit agar ini segera dibangun break water. Kalau tadi info yang saya dapatkan dari kepala balai wilayah satu, pembangunan ini dianggarkan pada tahun 2021. Jangan, 2020 harus dianggarkan. Refocusing saja kita bisa memindahkan anggaran ke hal-hal lain, kenapa ini tidak. Kalau kita lihat inikan darurat, jadi kita berharap kepada Plt Gubernur, tim TAPA yang diketuai oleh Sekda agar ini dianggarkan di 2020,” ujar Irfan Nusir.

Ia mengatakan, bila perlu dana-dana taktis yang belum terpakai yang refocusing itu bisa dimanfaatkan untuk penanganan darurat pantai Palak Kerambil dengan prosedur yang sudah ditentukan.

“Nah kalau ini dianggarkan di 2021, satu gampong Palak Kerambil ini akan habis kena abrasi. Jadi harus dianggarkan kembali di tahun 2020 ini oleh Pemerintah Aceh. Saya selalu menyampaikan jangan setelah memakan korban baru kita kerja, aturannya enggak begitu, preventif itu harus jalan sebelum makan korban, inikan sudah makan korban, sudah 40 rumah kena abrasi, baru kita berpikir,” ujar politis muda Partai Amanat Nasional (PAN) itu.

Ia menyebutan, setiba di lokasi abrasi dirinya terus melakukan komunikasi dengan Sekda Aceh, kepala balai, dan kepala BPBD agar mencari solusi cepat dan tepat terkait masalah abrasi tersebut. 

“Jadi harus segera dibangun. Nah, salah satunya yang lebih cepat paling tidak jetty yang dikatakan pak Wabup yang memiliki panjang 100 meter lebih itu direlokasi kemari. Jadi batu gajah yang dari luar tidak perlu lagi didatangkan kemari, cukup itu aja, nanti sisanya 2020 ini baru kita anggarkan yang belum tersentuh, itu yang paling tepat, jadi gerak cepat aja, jangan tunggu makan korban,” paparnya.

Dirinya berharap persoalan abrasi pantai Palak Kerambil yang semakin mengganas tersebut segera diatasi agar masyarakat setempat terhindar dari musibah yang tidak diinginkan.

“Saya selaku anggota DPRA mewakili dapil sembilan berharap kepada Pemerintah Aceh, agar break water ini harus segara dibangun untuk agar masyarakat Palak Kerambil terhindar dari bencana ini,” pungkas Irfan Nusir.[]

Editor : Ihan Nurdin