Ini Kriteria Penerima Santunan Kematian di Kota Banda Aceh

Kabid Perlidungan dan Jaminan Sosial Azhari

ACEHTREND.COM, Banda Aceh – Peraturan Wali Kota (Perwal) Nomor 20 Tahun 2018 tentang Bantuan Sosial yang Tidak Direncanakan untuk Santunan Kematian bagi Penduduk Kota Banda Aceh diharapkan mampu meringankan bebas masyarakat kurang mampu.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Rizal Junaedi, SE melalui Kabid Perlidungan dan Jaminan Sosial Azhari, pada Rabu (27/5/20).

“Santunan kematian ini merupakan program Wali Kota Banda Aceh Bapak Aminullah Usman, dan Wakil Wali Kota Bapak Zainal Arifin. Tujuan pemberian santunan kematian ini bagi warga Kota Banda Aceh adalah sebagai bentuk kepedulian pemerintah kepada warganya yang sedang ditimpa musibah.”

Bantuan sosial kematian ini, kata Azhari, sudah ada sejak tahun 2018 lalu. Terhitung sejak April 2018 dan yang telah mendapatkan bantuan sebanyak 365 jiwa, tahun 2019 sebanyak 637 jiwa. Dan untuk tahun 2020 telah diajukan rekomendasi ke BPKK sampai dengan tanggal 20 Mei 2020 sebanyak 253 berkas permohonan.

Setiap jiwa mendapatkan sebesar Rp3 juta sebagai biaya santunan. Santunan kematian ini diberikan kepada warga ber-KTP Kota Banda Aceh yang meninggal serta terdaftar dalam kartu keluarga (KK). Penduduk pindahan dari luar kota juga bisa mendapatkannya jika telah terdaftar dalam KK selama setahun.

Santunan kematian diberikan melalui anggota keluarga yang terdaftar dalam KK penduduk Kota Banda Aceh yang meninggal. Bila tidak ada anggota keluarga, maka santunan akan diberikan melalui ahli waris.

Untuk mengajukan permohonan santunan kematian, anggota keluarga/ahli waris membuat surat permohonan yang diketahui oleh keuchik dan ditujukan kepada wali kota. Fotokopi akta kematian dari Disdukcapil Kota Banda Aceh yang sudah dilegalisir, surat keterangan anggota keluarga/ahli waris dari keuchik diketahui oleh camat setempat, fotokopi anggota keluarga/ahli waris, surat keterangan telah menetap setahun bagi penduduk dari luar Kota Banda Aceh dari Disdukcapil, fotokopi buku rekening bank (LKMM Mahira Muamalah) anggota keluarga/ahli waris, fotokopi KTP alm/almh dan fotokopi KK alm/almh.

“Masyarakat harus mengajukan permohonan sebelum habis masa pengajuan yaitu tiga bulan sejak tanggal meninggal sesuai yang tercantum dalam Perwal Nomor 20 tahun 2018, Dinas Sosial harus membuat rekomendasi ke BPKK untuk diproses pencairan dananya. Waktu tiga bulan tersebut terhitung sebelum berkas permohonan masuk ke BPKK. Dinas Sosial hanya berwenang dalam tahap penerimaan berkas permohonan dan verifikasi lapangan, sedangkan pencairan dana berada di BPKK,” ujarnya.

Meski demikian, santunan kematian tidak diberikan bagi PNS, TNI, Polri, Pegawai BUMN/BUMD serta pensiunannya. Tidak ditujukan untuk pimpinan dan anggota DPR, kasus bunuh diri, bencana besar, penyalahgunaan narkoba, tindak kejahatan, pelaksanaan putusan pengadilan, dan bayi yang baru lahir dari penduduk Kota Banda Aceh masih berumur satu bulan.

“Kita harap masyarakat mengurus tepat waktu karena kalau sudah lewat tidak bisa sebab kita terikat dengan aturan yang ada,” tutupnya.[]

Editor : Ihan Nurdin