Bermaksud Uji Swab Acak Secara Gratis, Unsyiah Tunggu Izin dari Pemerintah Aceh

Salinan surat dari Gugus Tugas Covid-19 Unsyiah. [Ist]

ACEHTREND.COM,Banda Aceh-Universitas Syiah Kuala, melalui Satgas Pencegahan Covid-19 Unsyiah, berencana melakukan penapisan (screening) dengan metode RT-PCR (swab) secara acak kepada rakyat Aceh. Namun, kegiatan yang sempat diajukan pada Kamis (28/5/2020) dengan target sasaran jamaah Jumat (29/5/2020) di Masjid Raya Baiturahman (MRB), ditunda karena belum selesai koordinasi.

Rektor Rektor Bidang Akademik, sekaligus Ketua Satgas Pencegahan Covid-19 Unsyiah Prof. Dr. Ir. Marwan, kepada aceHTrend, Sabtu (30/5/2020) mengatakan rencana uji swab acak terhadap jamaah Jumat di MRB belum dilaksanakan karena belum terbitnya izin dari Pemerintah Aceh. Dalam hal itu, pihaknya sudah menyurati Dinas Kesehatan Provinsi Aceh.

“Surat itu kami kirim untuk koordinasi dengan Dinkes Aceh. Menawarkan bantuan untuk membantu pemerintah dalam screening covid [19]. Waktu pelaksanaan bisa kapan saja setelah ada persetujuan dan saat ini kita masih tahap koordinasi,” terang Prof. Marwan.

Sejauh ini, tambah akademisi Unsyiah itu, pihak Dinkes Aceh belum membalas surat tersebut. Pun demikian, koordinasi terus dilakukan oleh pihak Satgas Covid-19 Unsyiah.

“Sejauh ini tidak ada info tersebut. Kita tunggu saja hasil koordinasi kami. Intinya kita coba bantu pemerintah utk proses screening,” imbuhnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Aceh dr. Hanif kepada aceHTrend mengatakan pihaknya sudah menerima surat yang dikirim oleh pihak Unsyiah. Menurutnya surat tersebut hanya pemberitahuan, bukan permohonan izin.

Pun demikian, dr. Hanif menjelaskan Dinkes Aceh bukan pihak yang berwenang memberikan izin terkait rencana penapisan yang diusulkan Unsyiah. Izin tersebut berada di tangan Ketua Gugus Tugas Covid-19 Pemerintah Aceh.

“Semua permohonan izin ditujukan kepada Gugus Tugas Covid-19 Pemerintah Aceh. Dinkes cukup tembusannya saja. Semuanya tentang ini ada di Gugus Tugas. Nanti akan saya minta agar surat ditujukan saja ke Gugus Tugas,” ujar Hanif.

Universitas Syiah Kuala, sebagai salah satu leading sector di Aceh, memiliki semangat ikut berpartisipasi membantu Pemerintah Aceh melakukan penanggulangan penyebaran Covid-19 di Aceh. Dalam banyak kesempatan Rektor Unsyiah Prof Samsul Rizal menyebutkan universitas tersebut telah menyiapkan berbagai fasilitas untuk menunjang partisipasinya.

Dalam konteks penapisan secara acak yang diajukan kali ini ke Pemerintah Aceh, Unsyiah tidak memungut biaya alias gratis. []