Rakyat Aceh yang Diperiksa Baru 0,0005 %, Rektor Unsyiah Mengaku Khawatir

Unsyiah Siapkan 3000 Reagen Gratis

Rektor Unsyiah Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal, M. Eng.

ACEHTREND.COM,Banda Aceh- Rektor Universitas Syiah Kuala Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal, M. Eng., mengaku khawatir dengan kondisi Aceh saat ini. Di tengah pandemi Covid-19, Pemerintah Aceh baru melakukan tes sebanyak 0,0005 % dari total 5 juta rakyat Aceh.

Kekhawatiran Samsul Rizal disampaikan kepada aceHTrend, Sabtu (30/5/2020), saat dimintai tanggapannya terkait kondisi terkini Aceh, setelah kampanye new normal didengungkan.

Menurut Samsul, tes kesehatan terkait apakah rakyat Aceh terjangkit atau tidak, belum dilakukan secara massif oleh Pemerintah Aceh. Kondisi tersebut sangat meresahkan. Tidak ada yang tahu kondisi sebenarnya yang sedang berlangsung di Aceh.

“Bagaimana kita akan tahu kondisi yang sebenarnya, padahal tes kesehatan baru dilakukan untuk 0,0005 % dari total rakyat Aceh. Tidak sampai satu persen,” katanya.

Baca juga: Bermaksud Uji Swab Acak Secara Gratis, Unsyiah Tunggu Izin dari Pemerintah Aceh

Menurut Profesor Samsul Rizal, Aceh belum dapat dikatakan bebas atau tidak dari corona, masih atau tidak massif terserang, karena uji kesehatan belum dilakukan secara optimal. Idealnya, tambah Samsul, uji kesehatan harus dilakukan minimal untuk 1 % rakyat Aceh. Bahkan di negara lain uji kesehatan dilakukan untuk 10 % dari jumlah penduduk.

Sebagai pusat peradaban dan intelektual, Universitas Syiah Kuala menginisiasi tes acak melalui teknik swab. Tes ini diberikan gratis untuk 3000 sampel.

“Makanya Unsyiah berinisiatif membantu masyarakat kita dalam menuju new normal. Kami akan melakukan test secara massal sampai dengan 1% penduduk Aceh,” katanya.

Saat ini, tambah Samsul, Unsyiah sudah menyiapkan 3000 reagen untuk tahap satu yang akan dilakukan di Banda Aceh dan Aceh Besar. “Ikhtiar awal 3000 reagen (pereaksi kimia-red) yang kami sediakan gratis. Mudah-mudahan mendapat dukungan lagi, termasuk dari kabupaten dan kota, agar bisa mencapai uji swab gratis untuk rakyat hingga 1 persen dari total jumlah penduduk,” imbuh Samsul.[]