Mahasiswa Unsyiah KKN Sembari “Cuci Tangan”

laporan Mulia Sarifah Lubis

Di tengah wabah Covid-19 yang ikut melanda Aceh, Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, tetap menggelar Kuliah Kerja Nyata (KKN). Pun demikian, pihak kampus mengubah dari pola biasa, menjadi KKN mandiri, yang dilaksanakan secara individu oleh tiap mahasiswa di kampung masing-masing.

Terobosan ini dilakukan sebagai bentuk dukungan nyata Unsyiah terhadap protokol Covid-19, termasuk penerapan physical distancing. “Fokus kegiatan KKN Tematik Covid-19 pada upaya mendukung pencegahan penyebaran corona,” ujar Dr. Dra. Sulastri, M. Si., Ketua P3KKN UNSIYAH.

Sulastri mengatakan, KKN Mandiri berupa kuliah kerja nyata yang dilakukan di tengah pandemi corona. Mahasiswa peserta KKN diwajibkan melaksanakan protokol Covid-19. Mahasiswa diwajibkan bergabung dengan relawan Covid-19 di posko-posko yang sudah ada, serta di lembaga-lembaga riset dan laboratorium.

Saya sendiri yang tergabung dalam kelompok KKN 208 di Gampong Lambheu, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar, memilih kegiatan sosialisasi cuci tangan sesuai protokol kesehatan. kegiatan ini saya lakukan pada 30 Mei 2020.

sosialisasi ini saya lakukan secara door to door–dari pintu ke pintu– dengan target utama lansia dan anak-anak. selain itu, saya juga melakukan sosialiasi melalui media sosial.

KKN ini berlangsung dari 15 Mei sampai 20 Juni 2020. salah satu kegiatan yang akan kami lakukan yaitu pelatihan pembuatan hand sanitizer secara mandiri. Targetnya tiap keluarga mampu mencuci tangan dengan baik dan benar, serta bisa membuat pencuci tangan.

Penulis merupakan mahasiswa Jurusan Agribisnis, Fakultas Pertanian, Unsyiah.