Komisi III DPRA Panggil Direksi BAS, Ini Bocoran Agenda yang akan Dibahas Besok

Asrizal H Asnawi


ACEHTREND.COM, Langsa – Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) berencana mengadakan pertemuan dengan sejumlah instansi mitra kerjanya pada Rabu (3/6/ 2020), salah satunya Bank Aceh Syariah (BAS).

Anggota Komisi III DPRA dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Asrizal Asnawi, kepada aceHTrend, Selasa (2/6/2020), menuturkan, pemanggilan Direksi Bank Aceh Syariah guna menindaklanjuti Pansus Bank Aceh yang sempat tertunda karena Covid-19.

Menurut politisi asal Dapil VII Aceh (Langsa dan Aceh Tamiang) ini, salah satu bocoran isu yang akan dibahas bersama Bank Aceh Syariah adalah kredit kepada perusahan pabrik kelapa sawit (PKS) di Aceh Tamiang.

Ia mengaku banyak mendapat laporan masyarakat terkait perusahaan pemenang lelang PKS Aceh Tamiang senilai Rp27,4 miliar.

Kemudian, Bank Aceh Syariah memberikan pinjaman kredit sebesar Rp83 miliar kepada perusahaan tersebut atau tiga kali lipat dari nilai jual PKS dimaksud.

Lanjut Asrizal, perkara dan penyaluran kredit tersebut telah ditangani oleh Polda Aceh. Akan tetapi, sejauh ini belum ada penjelasan resmi sejauh mana perkara itu bergulir.

“Menjadi penting bagi kami besok mempertanyakan kepada Direksi Bank Aceh Syariah, ke mana uang rakyat Aceh itu dipergunakan. Keterangan direksi Bank Aceh tentu bisa kami teruskan ke masyarakat nantinya,” ujarnya.

Sambung Asrizal, pabrik kelapa sawit di Aceh Tamiang yang menjadi objek perkara adalah milik pengusaha lokal yang cukup populer.

Karenanya, Asrizal mengaku terkejut mendapat kabar lelang pabrik tersebut cukup murah dan mendapat kucuran pembiayaan begitu besar dari Bank Aceh Syariah.

Selanjutnya, hal krusial kedua adalah kredit para aparatur sipil negara (ASN). Asrizal juga banyak mendapat masukan tentang cicilan pembayaran kredit di Bank Aceh yang lebih besar dari bank konvensional.

Selain itu, pihaknya juga akan mempertanyakan terkait nilai cicilan para ASN yang lebih tinggi di Bank Aceh Syariah ketimbang bank lain yang tidak berlabel syariah.

“Mudah-mudahan, besok pihak Bank Aceh Syariah bisa memberi penjelasan terang benderang sehingga bisa disampaikan kembali ke publik secara utuh,” pungkasnya.[]

Editor : Ihan Nurdin