Pemkab Abdya Perpanjang Masa Siswa Belajar di Rumah

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Abdya, Jauhari. @aceHTrend/Masrian Mizani

ACEHTREND.COM, Blangpidie – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) kembali memperpanjag kegiatan belajar mengajar siswa di rumah untuk jenjang PAUD, TK, SD, SMP, dan pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM).

Perpanjangan masa belajar di rumah tersebut tertera dalam surat Instruksi Bupati Abdya Nomor:423/566/2020.

“Perpanjangan masa belajar dari rumah ini merupakan yang ketiga kalinya dilaksanakan di Abdya. Ini kita lakukan dalam rangka pencegahan dan antisipasi penularan virus korona atau Covid-19 melalui upaya menuju tatanan kenormalan baru (new normal) produktif dan aman terutama di Abdya,” ungkap Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudyaan Abdya, Jauhari, kepada aceHTrend, Selasa (2/6/2020).

Ia menjelaskan, perpanjangan masa belajar dari rumah tersebut sesuai dengan Keputusan Mendagri Nomor:440-830 Tahun 2020 tentang Pedoman Tatanan Normal Baru Produktif dan Aman Corona Disease 2019 bagi Aparatur Sipi Negara.

Kemudian sambungnya, juga tertera dalam Surat Edaran Mendikbud RI Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelakasanaan Kebijakan pPendidikan Dalam Masa Darurat Penyebaran Covid-19. Keputusan Gubernur Aceh Nomor: 440/1177/2020 tentang Penetapan Perpanjangan Status Tanggap Darurat Skala Provinsi untuk Penanganan Covid-19, dan Instruksi Gubernur Aceh Nomor: 08/INSTR/2020 tentang Perpanjangan Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan Dalam Masa Tanggap Darurat Covid-19 di Aceh.

“Untuk perpanjangan ketiga belajar dari rumah ini sampai dengan tanggal 20 Juni 2020,” ujarnya.

Untuk mekanisme belajarnya kata Jauhari, dilaksanakan secara daring atau online. Bagi guru memberikan materi pelajaran dan tugas yang bersumber dari buku paket dan sumber lainnya yang relevan kepada peserta didik melalui aplikasi atau SMS dengan jadwal yang sudah ditentukan.

“Atau bisa juga secara luring atau manual (offline). Bagi guru memberikan materi pelajaran dan tugas yang bersumber dari buku paket dan sumber lainnya yang relevan serta dikumpulkan pada waktu dan tempat tertentu yang ditentukan oleh guru,” jelasnya.

Kemudian tambah Jauhari, pihak sekolah juga mengkoordinir sosialisasi proses ujian semester genap tahun pelajaran 2019-2020 dan penentuan kenaikan, kelulusan peserta didik agar berpedoman pada Surat Edaran Mendikbud RI Nomor 4 tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan Dalam Masa Darurat Penyebaran Covid-19.

“Dalam surat ini kita juga melarang melakukan kegiatan yang bersifat mengumpulkan massa, seperti kegiatan perpisahan peserta didik di sekolah maupun di luar sekolah, perlombaan-perlombaan, peringatan hari besar Islam (PHBI), musabaqah, dan lain-lain. Kita berharap agar instruksi ini dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab dan melaporkan pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di rumah kepada Bapak Bupati sesuai dengan ketentuan perundang-undangan,” pungkas Jauhari.[]

Editor : Ihan Nurdin