Ibrah di Balik Pelangi Kehidupan

Oleh Tgk Helmi Abu Bakar El-Langkawi*

Kita sebagai makhluk di muka bumi ini merupakan sosok khalifatul ardhi. Terpilihnya manusia sebagai khalifah bukan sembarang pilihan, bahkan kerap terjadinya “protes” dari kalangan lainnya. Tentunya Allah Swt lebih tahu dengan semuanya dan dunia ini bagi kita hanya sebagai “terminal” dan mazra’ah (ladang) sebelum menuju kampung halaman akhirat.

Beragam kejadian dan fenomena kehidupan dilakoni sosok khalifah di dunia ini laksana pelangi. Pelangi merupakan suatu fenomena alam yang berupa cahaya yang tampak di langit yang terdiri atas beraneka warna yang saling berjajar. Walaupun pelangi terdiri atas beraneka warna yang berbeda, tetapi dengan perbedaan itu justru terciptalah suatu perpaduan yang indah. Di sinilah terjadinya interaksi sosial dan masyarakat sehingga beragam perbedaan itu saling melengkapi dan berbagi.

Tidak sedikit ayat dan hadis juga perkataan ulama yang menganjurkan untuk saling tolong-menolong, di antaranya Allah Swt berfirman:
ۘ وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ ۖ وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۖ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

“Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.” [al-Mâidah/5:2]

Kita sebagai manusia memiliki kelebihan dan kekurangan dengan “warna” masing-masing dalam hidupnya. Setiap manusia dilahirkan di muka bumi ini dengan perbedaan dan berbagai macam keunikan masing-masing. Dengan segala keunikan dan perbedaan tersebut manusia saling berinteraksi dan saling melengkapi satu sama lain. Seperti warna pelangi yang selalu menyihir setiap pasang mata yang memandangnya untuk mengaguminya, warna yang ada pada manusia jika disatukan juga dapat menghasilkan suatu perpaduan warna yang indah. Baik, buruk, kaya, miskin, cantik, tampan, jelek, pandai, bodoh, serta berbagai kekurangan dan kelebihan yang lainnya merupakan warna yang berbeda dalam kehidupan manusia.

Jika semua itu dapat disatukan dan saling melengkapi satu sama lain, maka akan tercipta perpaduan warna yang indah pula dalam kehidupan kita. Perbedaan bukanlah halangan bagi kita untuk bersatu, namun perbedaaan itulah yang mendasari kita untuk dapat saling melengkapi dan membantu satu sama lain.

Hikmah di Balik Pelangi

Saat mata memandang pelangi, apakah hanya memancarkan tujuh warna saja? Tentunya tidak. Sosok pelangi itu terdiri atas jutaan warna. Mata kita tidak mampu menangkap semua komponen yang dipancarkan pelangi. Mata manusia hanya mampu menangkap setidaknya tujuh warna saja yang dipancarkan oleh pelangi, yakni, merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu.

Pelangi tampak berbeda-beda di setiap mata orang. Bentuk pelangi secara umum adalah membentuk setengah lingkaran. Tapi ternyata, bentuk pelangi yang dilihat setiap orang, bisa tampak berbeda-beda loh. Kok bisa? Hal ini ditentukan oleh jarak dan posisi seseorang dalam melihat pelangi.

Sebuah cahaya yang memantul dalam rintik hujan, bisa membuat bentuk pelangi tampak berbeda-beda di mata seseorang. Tidak hanya yang jaraknya jauh saja, bahkan beberapa orang yang melihat dari jarak beberapa centimeter pun, bisa memberikan tampilan yang berbeda-beda

Setiap warna dalam pelangi punya makna sendiri, contohnya seperti merah yang melambangkan kasih sayang, kuning yang melambangkan keceriaan dan semangat. Begitu juga dengan setiap manusia yang hidup, mereka juga punya cerita masing-masing dalam hidup ini. Kamu juga punya banyak kisah dalam perjalanan hidupmu bukan? Oleh karena itu, kita tidak boleh menilai seseorang tanpa tahu apa yang sebenarnya terjadi pada mereka.

Dalam keseharian kita juga harus seperti pelangi yang bisa menginspirasi setiap orang yang memandangnya dengan penuh ketulusan. Kekuatan pelangi untuk menginspirasi orang memang tidak diragukan lagi. Tidak heran bila begitu banyak orang yang berhasil memunculkan ide yang beragam dari fenomena alam yang satu ini. Kamu juga harus bisa menginpirasi dan membantu satu sama lain, meskipun mungkin orang tidak menghargaimu usahamu. Ingatlah bagaimana pelangi selalu tulus kepada semua orang.

Pelangi tampak indah dengan kesatuan warnanya yang berbeda, simbol keberagaman yang harus dirawat dengan baik. Semua warna yang berbeda dalam pelangi itulah yang menciptakan pelangi menjadi fenomena alam yang begitu indah dan menawan. Keberagaman yang ada tidak boleh sama sekali menciptakan perbedaan, melainkan keberagaman adalah hal yang indah bila bersatu. Oleh karena itu, selalu rawat keberagaman yang ada di sekitar dirimu.

Di antara hikmah di balik pelangi dalam kehidupan ini kita harus selalu positif dan optimis dalam mewujudkan mimpi dengan usaha yang keras seperti pelangi. Biasanya pelangi yang muncul sehabis hujan dengan lajur warna-warni muncul dengan satu pesona yang sangat menakjubkan. Setelah hujan mengusir panas terik. Dan pelangi muncul di langit yang kelabu tertutup mendung. Semuanya pun seakan mengabarkan kepada kita bahwa sesungguhnya di tengah ketidakkekalan hidup ini, di dunia yang fana ini, selalu ada harapan untuk menikmati pesona alam.

Fenomena lain di balik pelangi, selalu ada suasana suka cita dalam perbedaan walau sering kelihatan tak rapi. Tetapi siapa yang mengatakan bahwa dunia ini harus selalu tertata rapi dan bahwa keseragaman adalah sesuai dengan kehendak ilahi sesungguhnya sama sekali tak mengenal penciptan alam semesta ini. Allah Swt menciptakan kita dan isi alam ini beranekaragam dan berbeda-beda bahkan kita sendiri terdiri atas bermacam suku dan bangsa, ini sebagaimana disebutkan dalam Alquran berbunyi:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْناكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثى وَجَعَلْناكُمْ شُعُوباً وَقَبائِلَ لِتَعارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (Qs. al-Hujurat: 13)

Maka marilah kita berjuang dan berjihad menghadapi diri kita sendiri (An-Nafs). Berjuang untuk tidak memaksakan kehendak kita. Berjuang untuk tidak memaksakan kebenaran kita sendiri. Berjuang untuk tidak memaksakan keseragaman di dunia yang beragam ini. Berjuang untuk tidak merusak keindahan pelangi kehidupan ini. Sebab kita adalah makhluk hidup yang masing-masing memiliki cara pandang, kebiasaan, pemikiran, dan perasaan sendiri-sendiri dengan tetap menghargai ukhuwah dan perbedaan.

Kita jangan khawatir dengan diri kita dan juga jangan membuat sesama kita khawatir karena keberadaan kita. Keberagaman itu indah. Keseragaman itu membosankan. Dan kita percaya bahwa, Sang Pencipta pun tidak ingin kehidupan yang diciptakan ini menjadi membosankan dan menjemukan bagi ciptaan-Nya. Jadilah kita sebagai “hamba”-Nya meraih kehidupan yang lebih baik dan bermanmfaat untuk sesama serta saling berbagi dalam kebaikan-Nya. Amin.[]

Penulis adalah Dewan Guru Dayah MUDI Mesjid Raya Samalanga

Editor : Ihan Nurdin