Bea Cukai Lhokseumawe Limpahkan Berkas Perkara Bawang Ilegal ke Kejari Aceh Utara

ACEHTREND.COM, Lhoksukon- Tim Penyidik Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Lhokseumawe, melimpahkan berkas perkara kasus penyeludupan 18 ton bawang ilegal ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Utara, Rabu (3/3/2020).

Selain itu, Bea Cukai juga menyerahkan barang bukti serta lima tersangka yang semuanya warga Aceh Timur, yaitu Habibullah (60) sebagai pemilik bawang, Dahlan (49) selaku nakhoda Kapal, dan Zulkainaini (23) selaku kepala kamar kapal, serta Nurdin (43) dan Azmiadi (20) kedua merupakan ABK.

“Selain menyerahkan tersangka, kita juga menyerahkan barang bukti lainnya dua unit truk jenis colt diesel, dokumen kapal, dan sejumlah dokumen lainnya,” kata Kepala Seksi Penindakan dan Penyidikan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea cukai Lhokseumawe, Andi Marwan.

Sedangkan kapal motor yang mengangkut bawang merah ilegal tersebut KM RENA III GT. 25 No.336/PPg, saat ini bersandar di Lhokseumawe, sementara barang bukti bawang, sudah dimusnahkan di Pelabuhan Krueng Geukuh pada Selasa (31/3/2020).

Sementara itu, Kepala Kejari Aceh Utara, Pipuk Firman Priyadi, melalui Kasi Pidsus Wahyudi Kuoso menyebutkan, kelima tersangka itu akan ditahan di Lapas Kelas IIB Lhoksukon, sembari mempersiapkan berkas penuntutan, lalu akan dilimpahkan ke Pengadilan Negeri (PN) Lhoksukon untuk disidangkan.

“Kelima tersangka itu dikenakan Pasal 102 huruf (a) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2006 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan, dengan pidana penjara paling lama sepuluh tahun,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, tim gabungan berhasil menggagalkan upaya penyelundupan importasi bawang merah asal Satun, Thailand di pesisir pantai wilayah Kuala Cangkoi, Kecamatan Baktiya Barat, Kabupaten Aceh Utara pada Kamis, 4 Maret 2020. Bawang yang digagalkan itu seberat 18 ton  atau sebanyak 768 karung.[]

Editor : Ihan Nurdin