Tak Bawa Data Kredit ke DPRA, Dirut Bank Aceh Tolak Beri Keterangan

Rapat Komisi III DPRA dengan pihak Bank Aceh Syariah, Rabu (3/6/2020). [Taufan Mustafa/aceHTrend]

ACEHTREND.COM,Banda Aceh- Rapat tertutup antara Komisi III DPRA dengan Bank Aceh Syariah, Rabu (3/6/2020) terpaksa ditunda karena bank plat merah itu hadir tidak membawa data yang dibutuhkan. DPRA mengaku tidak bisa melanjutkan rapat karena sejumlah informasi terkait pembiayaan yang difasilitasi oleh bank itu tidak disertakan oleh manajemen bank.

Rapat di ruang Badan Musyawarah (Banmus) DPRA sejatinya untuk membicarakan beberapa hal yang sedang berlangsung di Bank Aceh Syariah. Salah satunya perihal penyaluran kredit yang menurut sejumlah informasi sedang bermasalah.

Ketua Komisi III DPRA, Khairil Syahrial kepada sejumlah wartawan mengatakan, pihaknya terpaksa menunda rapat karena pihak Bank Aceh tidak membawa data penyaluran kredit yang selama ini dilakukan.

“Setelah kami duduk tadi (kemarin-red), dan meminta data menyangkut dengan beberapa kredit [dan tidak dibawa oleh Bank Aceh], maka kami simpulkan rapat ditunda. Dijadwalkan ulang yang direncanakan minggu depan, kita tunggu data yang akan diberikan oleh pihak Bank Aceh Syariah,” kata Khairil Syahrial.

Terkait pembahasan di dalam rapat, ada beberapa persoalan yang ditanyakan oleh Komisi III. Termasuk penyaluran pembiayaan untuk UMKM yang belum maksimal; belum sesuai dengan amanah peraturan Bank Indonesia (BI), dan juga belum sesuai dengan Qanun Lembaga Keuangan Syariah (LKS).

“Pada qanun tersebut mengamanatkan adanya target tahun 2020 sebanyak 30 persen dari total pembiayaan, dan pada tahun 2022, 40 persen dari pembiayaan. Setelah kami minta, BAS tidak membawa data, dan dari perkembangan sekilas mereka belum mampu menyalurkan kredit sesuai aturan. Untuk lebih akuratnya kami menunggu data yang akan diberikan oleh BAS,” kata Khaidir.

Bukan hanya soal pembiayaan untuk UMKM, DPRA juga bermaksud menanyakan perihal lainnya yang menyangkut kredit yang disalurkan oleh bank itu. Tapi karena Bank Aceh tidak membawa data apapun terkait itu, maka belum bisa dibahas.

Direktur Utama Bank Aceh Syariah Haizir Sulaiman saat dimintai tanggapan oleh wartawan, menolak untuk diwawancarai, Haizir minta wartawan menghubungi Ketua Komisi III DPRA.

“Ini wilayah DPR, biar ketua Komisi saja yang memberi tanggapan,” kata Haizir sambil meninggalkan lokasi.

Amatan aceHTrend, rapat tertutup tersebut sempat diberi waktu untuk dokumentasi gambar. Rapat dimulai sejak pukul 10 pagi, dan dilanjutkan setelah istirahat siang. Rapat berakhir sore.