Imigrasi Langsa Serahkan WNA Asal Myanmar ke Ruden Medan untuk Dideportasi

Seorang warga Myanmar, Wai Yan OO, saat hendak di bawa ke Ruden Belawan, Jumat (5/6/2020).

ACEHTREND.COM, Langsa – Kantor Imigrasi Kelas II TPI Langsa menyerahkan seorang warga negara Myanmar, Wai Yan OO, kepada Rumah Detensi (Ruden) Imigrasi Medan di Belawan, Sumatera Utara, Jumat (5/6/2020).

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Langsa, Darori SH MH, kepada aceHTrend menuturkan, warga Myanmar tersebut ditangkap oleh PSDKP Lampulo Banda Aceh pada 28 November 2019 karena menangkap ikan di wilayah perairan Indonesia tanpa dilengkapi dengan dokumen surat izin usaha perikanan (SIUP) dari Pemerintah Republik Indonesia, serta menggunakan alat penangkap ikan jenis trawl (pukat harimau) yang dilarang oleh peraturan perundang-undangan negara Republik Indonesia.

Lanjutnya, warga Myanmar itu merupakan nakhoda kapal penangkap ikan KM PKFA 7947 GT 59,58 dan telah melaksanakan putusan Pengadilan Negeri Langsa Nomor 33/Pid.Sus/2020/PN Lgs Tanggal 23 Maret 2020, karena telah terbukti secara sah bersalah melakukan tindak pidana pelanggaran Pasal 92, Pasal 102, Pasal 85 Undang-Undang RI Nomor 45 Tahun 2009 tentang perubahan atas Undang-undang RI Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan dan dijatuhi pidana berupa pidana denda.

Kemudian, pada 08 Mei 2020, dilakukan serah terima dari Lapas Kelas IIB Langsa kepada Kantor Imigrasi Kelas II TPI Langsa dalam rangka proses pendeportasian ke negara asal terhadap yang bersangkutan. Selanjutnya yang bersangkutan ditempatkan di Ruang Detensi Imigrasi Kantor Imigrasi Kelas II TPI Langsa dengan batasan waktu maksimal 30 hari.

“Dalam kurun waktu tersebut, Kantor Imigrasi Kelas II TPI Langsa telah berkoordinasi dengan Kedutaan Myanmar di Jakarta guna kepentingan dokumen Keimigrasian dan juga pemulangannya,” ucapnya.

Berdasarkan Surat Keputusan Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPIĀ  Langsa Nomor W.1.IMI.IMIQ.4-GR.02.03-0515 Tahun 2020, pada hari ini (Jumat) dilakukan pemindahan warga negara Myanmar tersebut ke Rumah Detensi Imigrasi Medan di Belawan untuk dilanjutkan proses pendeportasian.[]

Editor : Ihan Nurdin