Kadisnak Aceh: Sapi di Saree Kurus Karena Sedang Adaptasi

drh. Rahmandi,M.Si. [Ist]

ACEHTREND.COM,Banda Aceh-
Kepala Dinas Peternakan Aceh drh. Rahmandi,M.Si., mengatakan sebanyak 400 ekor sapi yang ditempatkan di UPTD IBI Saree, Aceh Besar, diperuntukkan sebagai indukan. Bukan sapi penggemukan (pedaging). Hal itu disampaikan ketika dikonfirmasi aceHTrend, Jumat (5/6/2020) terkait ratusan sapi di sana yang kurus kering.

Rahmandi menjelaskan, tahun 2020 pihaknya memiliki program pengurangan pemberian konsentrat untuk sapi di Saree. Alasannya karena ratusan sapi di sana peruntukkannya sebagai indukan. Pihak Dinas Peternakan Aceh sudah juga menyusun rencana memberikan rumput hingga 90 persen untuk sapi pengembangan di sana.

Ratusan lembu di UPTD IKP Saree, Aceh Besar, tidak terurus dengan baik. Lembu-lembu itu kurus kering dan dikurung dalam kawasan kandang dan tidak diberi pakan. [Foto: Alfian/MaTA]

Tahun ini, pihaknya sama sekali belum memberikan kosentrat untuk sapi-sapi di sana. Hal ini karena terjadinya revisi anggaran dinas. Pun, pihaknya tidak lagi berani mengambil kebijakan, karena takut akan berurusan dengan hukum.

“Untuk tahun 2020 ada anggaran untuk pakan sapi, tapi belum dilaksanakan karena ada perbedaan harga, sehingga tidak bisa dibeli,” katanya.

Ia menilai, kondisi sapi-sapi di sana mengalami kondisi normal yaitu mengalami penurunan berat badan (drop) karena peralihan pakan. “Jadi kan dia butuh penyesuaian, adaptasi, jadi terkait pengadaan konsentrat belum ada, anggaran revisi, dari dulu-dulu kita ambil kebijakan, tapi kalau sekarang kita nggak berani lagi karena takut akan menimbulkan persoalan hukum.”

Dia juga membantah bila seluruh sapi di sana mengalami kurus yang parah. Menurutnya hanya 10 persen yang parah dari 400 sapi di UPTD IBI Saree.

“Jadi sapi-sapi kurus itu karena penyesuaian, adaptasi. Karena sebelumnya diberikan pakan konsentrat dan sekarang dialihkan sampai 90% ke hijauan. Sekarang kita dalam proses memperbaikinya lah gitu. Pakan hijauan diberikan pagi dan sore,” katanya.

Rahmandi juga mengatakan sapi-sapi itu rata-rata umurnya sudah tua. Ketika dia ke Banda Aceh (ditunjuk sebagai Kadisnak Aceh) sapi itu sudah ada. Menurutnya ratusan sapi tersebut merupakan pengadaan tahun 2016, 2017.

Hingga saat ini, data terakhir yang ia peroleh, dari 378 ekor indukan, 50 di antaranya sudah melahirkan. “Angka terakhir jumlahnya anakannya itu ada sekitar 50-an. Dari 400 itu ada juga sapi jantan, jumlahnya 22 ekor.”

Pun demikian, dia mengaku tidak pegang angka detail kelahiran per tahun. “Kalau detailnya untuk itu kita harus konfirmasi ke kepala UPTD,katanya.

Pengakuan Rahmandi berbeda dengan hasil temuan sejumlah organisasi sipil seperti YARA Pusat, LSM MaTA dan MPO Aceh yang turun langsung ke lokasi pada Kamis (4/6/2020). Di sana, Koordinator MPO Aceh Syakya Meirizal melakukan live streaming ke seluruh komplek kandang. Di dalam video tersebut terlihat dengan jelas bila mayoritas sapi-sapi di sana kurus kering (pijut ruet) dan ketika diberikan daun kedondong pagar, dengan lahap dimamah oleh hewan berkaki empat itu. Padahal daun kedondong pagar bukan hijauan yang digemari oleh sapi. []