Polisi Bina Seorang Penjual Sate di Aceh Besar karena Diduga Gunakan Daging Ayam Busuk

Gerobak yang digunakan untuk menjual sate ayam keliling @ist/Facebook

ACEHTREND.COM, Banda Aceh – Anggota Polsek Baitussalam, Aceh Besar memberikan bimbingan dan menertibkan peralatan dagangan milik seorang pedagang sate berinisial MY (30) di Gampong Cot Paya, Kecamatan Baitussalam, Kabupaten Aceh Besar. Pedagang sate tersebut dalam beberapa hari terakhir menjadi buah bibir karena dilaporkan oleh masyarakat setempat menjual sate ayam yang diduga daging busuk. Indikasinya, warga sekitar mencium aroma tak sedap yang berasal dari rumah pedagang sate tersebut.

“Ya benar, Kanit Reskrim menerima laporan masyarakat bahwa ada warga yang menjual sate daging ayam diduga dari daging busuk karena sudah mengeluarkan aroma tidak sedap. Saat datang ke TKP benar memang baunya tidak sedap, namun bukan berarti dagingnya tidak bagus, karena belum sempat diuji laboratorium,” kata Kapolsek Baitussalam, Ipda Safrizal, saat dihubungi aceHTrend, Sabtu (6/6/2020).

Menurutnya, dari pihak kepolisian belum bisa melakukan tindakan di luar batas karena mengingat sedang masa pandemi Covid-19. Setelah berkoordinasi dengan muspika, kepada pelaku tersebut akan diberikan pembinaan dulu agar ke depan bisa menjual sate dengan daging segar. Pelaku telah meminta maaf dan membuat surat pernyataan tidak mengulangi perbuatan itu disaksikan Muspika Baitussalam.

Kondisi di rumah tempat memproduksi sate ayam @ist/Facebook

“Hasil kesepakatan kami bersama unsur muspika dan disaksikan keuchik setempat, barang bukti langsung dimusnahkan di rumah pelaku tersebut, dan kita tidak menahan pelaku, lantaran tidak bisa membuktikan daging tersebut busuk atau tidak, namun atas laporan masyarakat sudah ditindaklanjuti,” sebutnya.

Untuk ke depan, Kapolsek Baitussalam telah memerintahkan anggotanya untuk memantau tiga hari sekali ke rumah pelaku, jika masih berdagang akan memeriksa lagi dagangannya itu. Dari pengakuan pelaku sudah menjual sate selama dua bulan dengan cara berkeliling dengan gerobak sepeda motor.

“Saat di lokasi, daging tersebut diperiksa oleh pihak dokter dari puskesmas setempat dan disarankan tidak perlu dibawa ke lab lantaran sudah mengeluarkan bau tidak sedap, dan disepakati untuk dimusnahkan,” katanya.

Berdasarkan keterangan dokter tersebut kata Kapolsek, hal itu terjadi karena faktor pengolahan. Pedagang tersebut tidak memiliki freezer untuk menyimpan daging sehingga membuat daging mengeluarkan bau tak sedap. Bau inilah yang tercium oleh masyarakat sekitar dan dilaporkan ke polisi.

Polisi memusnahkan daging ayam yang akan diolah untuk sate @ist/Facebook

“Ke depan kita akan lakukan pembinaan kepada pelaku, bahkan kita sarankan untuk beralih ke dagangan yang lain, tapi karena bapak tersebut mengaku hanya bisa jualan sate yang bisa dikerjakan, maka kita rencanakan nanti. Saya bersama anggota saya akan melakukan gotong royong di rumah bapak tersebut, untuk merapikan dan membersihkan semua alat dagangan bapak ini, dan kita minta diekspos lagi oleh media, supaya nama bapak itu bisa pulih kembali,” kata Kapolsek.

Berdasarkan unggahan salah satu akun di Facebook, menunjukkan lokasi rumah tempat memproduksi sate tersebut yang tampak tidak bersih. Beberapa kaleng cet bekas yang digunakan untuk menampung air tampak sudah menghitam dan air di dalamnya terlihat sangat kotor. Bahkan ada satu bak fiber yang terlihat muncul belatung. Di gerobak juga tertulis angka Rp5.000.[]

Editor : Ihan Nurdin