Harga Daging Ayam Broiler Meningkat Tajam, Dinas P2KP Banda Aceh Beri Penjelasan

Pedagang di Pasar Gemilang Lamdingin, sedang memotong ayam. [Humas Pemko Banda Aceh]

ACEHTREND.COM,Banda Aceh — Harga daging ayam broiler mengalami kenaikan di sejumlah pasar tradisional di Kota Banda Aceh sejak tiga pekan terakhir. Hingga saat ini harga ayam jenis ini tercatat Rp 34 ribu per kilogram.

Menanggapai hal tersebut, Dinas Pangan Pertanian Kelautan dan Perikanan (P2KP) Kota Banda Aceh menilai, kenaikan tersebut terjadi karena permintaan ayam pada Ramadan menurun drastis karena pandemi Coronavirus Disease (Covid-19).

Hal tersebut membuat sejumlah perusahaan yang bergerak di bidang peternakan ayam broiler memutuskan untuk mengurangi angka produksinya.

“Jadi setelah lebaran kondisi sudah mulai membaik, sehingga permintaannya meningkat tapi stok ayam yang tersedia dikandang kurang,” kata Kepala Dinas Pangan Pertanian Kelautan dan Perikanan Ir. Zulkifli Syahbuddin, MM, melalui Kepala Bidang Pertanian dan Peternakan drh. Zulfadhly di Kantornya, Senin (15/6/2020).

Ia menjelaskan, saat ini pola pemeliharaan ternak ayam broiler yaitu petani ternak hanya menyediakan kandang dan lahan, sedangkan bibit ayam broilernya dipasok dari perusahaan ternak yang bergerak di bidang perunggasan yang ada di luar Aceh.

“Istilahnya pola inti plasma, jadi mereka (perusahaan) memasukkan bibit, pakan, obat-obatan, kemudian pada saat panen, ditampung/diambil kembali,” jelasnya.

Menurutnya, harga akan kembali stabil pada pertengahan Juli hingga awal Agustus mendatang dikarenakan peningkatan produksi seiring tingginya permintaan dari masyarakat. Kendati demikian, hal tersebut tak terlepas dari pengaruh pandemi covid-19 yang sedang berlangsung saat ini.

“Mungkin Juli pertengahan di minggu ke tiga atau keempat kondisinya sudah kembali stabil apabila kondisi pandemi covid-19 terus membaik,” jelasnya.

Lebih lanjut, DP2KP Kota Banda Aceh mengimbau pedagang ayam agar tetap menjual daging ayam yang aman sehat utuh dan halal (ASUH) serta tidak lupa mengikuti protokol kesehatan selama pandemi covid-19 berlangsung.[]