Bahaya Menjadi Perokok Pasif

Ilustrasi

Banyak orang yang tidak menyadari bahwa ia menjadi seorang perokok pasif bila berada di lingkungan perokok. Kombinasi asap dari rokok yang terbakar dan asap yang diembuskan oleh perokok, lalu terisap oleh orang yang berada di dekatnya mengakibatkan orang tersebut menjadi perokok pasif.

Paparan asap rokok yang tidak sengaja terhirup karena berada di dekat orang perokok dapat berdampak buruk bagi kesehatan. Sebab asap yang membakar ujung rokok mengandung lebih banyak zat berbahaya dibandingkan asap yang dihirup oleh perokok itu sendiri karena tidak ada filter atau saringan yang harus dilewatinya.

Salah satu dampak yang tejadi pada perokok pasif ialah batuk kronis. Gangguan ini dapat menyebabkan tidak kunjung sembuhnya batuk tersebut, meskipun sudah mendapat pengobatan. Mirisnya, batuk kronis ini sering dialami oleh balita yang orang tua atau orang terdekatnya merokok secara aktif, apalagi bila merokoknya di dalam rumah.

Tidak jarang kita melihat banyak balita yang dibawa bolak-balik berobat ke puskesmas karena keluhan batuk pilek. Walau sudah diobati, batuk tersebut tidak kunjung sembuh karena masih terdapat akar masalah penyebab batuk tersebut.

Seiring berjalannya waktu, batuk yang menyerang dapat menjadi lebih parah sehingga butuh penanganan medis dan pemeriksaan secara mendalam. Hal ini pun dapat berdampak pada kelainan paru-paru yang membuatnya kesulitan untuk berfungsi dengan normal.

Salah satu kelainan paru tersebut, yaitu pneumonia. Gangguan ini dapat menyebabkan peradangan pada kantung udara di salah satu bagian atau bahkan kedua bagian dari organ pernapasan tersebut. Orang yang menderita penyakit ini akan menunjukkan gejala sesak napas, nyeri dada, hingga mengeluarkan dahak yang berwarna kuning dan kehijauan.

Selain itu, orang yang sering terpapar asap rokok secara teratur, tubuhnya akan menyerap nikotin dan zat berbahaya lainnya. Asap rokok mengandung lebih dari 4.000 senyawa kimia, 359 di antaranya beracun dan lebih dari 50 lainnya penyebab pemicu munculnya penyakit kanker.

Semua zat berbahaya yang terkandung pada rokok dapat bertahan di udara selama kurang lebih empat jam. Dengan menghirup zat tersebut beberapa menit saja dapat membahayakan tubuh, bayangkan bila terhirup secara rutin dalam jangka waktu yang lama, tentu sangat berisiko tinggi mengganggu kesehatan.

Oleh karena itu, jika kamu berada di lingkungan perokok, ada baiknya untuk menghindari paparan asap rokok dari orang-orang yang merokok tersebut. Sebab bahayanya dapat mengancam keselamatan jiwa.
Kepada para perokok aktif, cobalah untuk mengerti terhadap lingkungan di sekelilingmu. Jangan karena memuaskan kesenangan mulut, membahayakan orang-orang tersayangmu seperti anak, adik, istri, dan orang tuamu.

Jagalah selalu kesehatan mereka dengan tidak merokok di depannya supaya mereka tidak menjadi korban dari dampak buruk rokok. Alangkah baiknya jika kamu seorang perokok, segera berhenti melakukan kebiasaan buruk tersebut. Sebab, rokok lebih banyak mudaratnya dibandingkan manfaatnya.[]

Editor : Ihan Nurdin