[Ruang Semangat]: Rebahan Produktif Selama Pandemi

Oleh Munauwarah*

Sudah hampir tiga bulan bumi Aceh dilanda pandemi Covid-19. Mulai dari para pekerja, pegawai, mahasiswa, bahkan sampai pada anak-anak dianjurkan untuk #dirumah aja. Tidak hanya sekolah dan pasar yang ditutup, kampus juga harus ditutup untuk mencegah meluasnya penyebaran Covid-19. Sehingga pembelajaran beralih bentuk dari manual menjadi online, dari dapat berdiskusi dan berkumpul bersama menjadi di rumah saja.

Setelah dikeluarkan surat edaran dengan nomor surat 697/03/2020 tentang Upaya Pencegahan Penyebaran Covid-19 dalam Lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam. Dalam surat edaran ini, Direktur Jenderal Pendidikan Islam menetapkan masa kuliah online/daring diperpanjang hingga akhir semester genap. Saya merasa masa kuliah online hingga akhir semester genap adalah masa yang panjang. Dalam masa tersebut, akan sangat bosan jika harus rebahan saja selain mengikuti kuliah online. Aktivitas yang dulunya hampir tidak melihat matahari, pergi pagi pulang sore, kini menjadi rebahan di rumah.

Melihat hal ini, saya memutuskan untuk mengubah aktivitas dari aktivitas luar menjadi aktivitas dalam. Keberadaan Covid-19 sangat berdampak terhadap sosial dan ekonomi masyarakat namun tidak untuk kreativitas masyarakat itu sendiri. Itulah konsep yang saya pegang selama pandemic Covid-19 ini. Di balik dampak negatif Covid-19, kita juga dapat menemukan dampak positifnya jika kita mau melihat dan memanfaatkan masa pandemi covid-19 ini sebaik mungkin.

Salah satu dampak positif yang bisa rasakan adalah menguatkan rasa kekeluargaan dengan waktu yang digunakan untuk keluarga lebih banyak dari pada sebelum pandemi terjadi. Hal ini juga dirasakan oleh keluarga kami, biasanya setiap pagi semua orang di rumah sibuk mempersiapkan diri untuk melakukan pekerjaan masing-masing. Setiap hari kecuali Sabtu dan Minggu rumah sepi tidak ada orang, waktu keluarga yang tersisa hanyalah di waktu malam, itupun hanya sebentar sebelum rasa lelah bekerja mengambil waktunya juga. Keberadaan Covid-19 rumah tidak sepenuhnya menjadi sepi, walaupun ibu, abang dan kakak ipar tetap bekerja. Tetapi pekerjaan mereka menerapkan shif kerja sehingga tidak perlu bekerja senin sampai jumat.

Beberapa kegiatan yang saya lakukan selama masa pandemi Covid-19, dimulai dari mengerjakan tugas kuliah, mengerjakaan pekerjaan rumah, mengasah skill atau kemampuan, memperluas wawasan hingga menperoleh pendapatan keuangan. Tentunya sebagai seorang perempuan, mengerjakan pekerjaan rumah adalah hal yang lazim dan harus dilakukan. Begitu pula saya, setiap selesai salat Subuh saya harus menyapu lantai, membantu ibu memasak, dan mencuci piring. Di samping mengerjakan pekerjaan rumah, berikut kegiatan lain yang saya lakukan dan sangat bermanfaat untuk mengasah skill dan kemampuan berfikir selama di rumah. Kalian boleh mencobanya.

  1. Menjahit Masker

Dalam masa pandemi pemerintah menganjur untuk tidak berkumpul dan menjaga jarak minimal 1 meter. Pemerintah juga menerapkan social distancing di berbagai daerah dan tempat-tempat umum seperti universitas, warung-warung dan juga pasar sehingga seluruh kegiatan harus dilakukan dari rumah. Meskipun di rumah aja kita dapat melakukan berbagai hal yang tentunya sangat bermanfaat bahkan bisa melakukan usaha kecil-kecilan.

Masker sangat dibutuhkan dalam menjaga kesahatan dari serangan virus. Saya melihat jumlah masker yang semakin menipis dan sangat sulit temukan di toko maupun apotek, jika ada pun dijual dengan harga yang lebih mahal bahkan mencapai tiga kali lipat dari harga biasanya. Dengan ini, saya memutuskan untuk menjahit sendiri masker dan menjualnya dengan harga murah. Harga masker yang saya jual 5.000/masker dan saya menjualkan ke apotek rumah sakit tempat kakak ipar saya bekerja. Jadi setiap paginya kakak ipar membawa masker dan menjualnya di apotek sambilan dia bekerja.

Saya mampu menyelesaikan sepuluh masker dalam sehari, mungkin karena saya sedang kuliah juga. Menjahit masker saya jadikan sebagai kerja sampingan, di samping membuat suatu kebaikan juga untuk mengasah kemampuan menjahit setelah mengikuti kursus menjahit sekitar sembilan bulan yang lalu. Walaupun jahitannya tidak serapi orang lain, setidaknya bisa digunakan. Saya biasanya menjahit setelah zuhur jika ada kuliah pagi, jika tidak, saya melakukannya di waktu pagi dan mengerjakan tugas kuliah di waktu malam setelah salat Isya.

Nah, untuk kalian yang mau berbisnis tapi sambil rebahan di rumah kalian juga dapat melakukan seperti yang saya lakukan. Tidak harus menjahit, kalian cukup menggunakan bakat kalian selama ini untuk berbisnis, contohnya kalian yang pintar memasak dapat membuat kue atau sejenisnya dan menggunakan sosial media sebagai media promosi. Kalian bisa melakukan pemasukan keuangan sambil rebahan di rumah kan. Dengan begini, rebahan kalian selama di rumah juga sangat bermanfaat bagi kalian dan juga bagi orang lain.

  1. Membaca

Kemampuan berpikir juga perlu diasah selama pandemi agar pemikiran tidak tumpul. Menurut saya membaca adalah salah satu hal yang paling mudah dilakukan untuk mengasah pikiran dan juga memperluas wawasan atau pengetahuan. Karena saya termasuk kaum yang kalau sudah rebahan susah untuk bangun, jadi membaca saya lakukan di malam hari, tepatnya sekitar 30 menit sebelum tidur. Saya menjadikan membaca sebagai kegiatan rekreasi berhubung liburan tidak diperbolehkan.

Buku yang saya baca adalah buku yang disediakan oleh perpustakaan kampus berupa e-book. Tidak hanya itu, ada juga buku-buku dari iPusnas yang saya rasa sangat menarik untuk dibaca sebagai rekreasi sekaligus memperluas wawasan. Dikarenakan saya membaca di waktu malam, jadi bacaan yang dibaca hanya bacaan ringan seperti novel dan cerpen. Ya, tepatnya bacaan pengantar tidur.

  1. Mengikuti seminar kesehatan dan kajian keislaman

Nah, ini yang sangat penting dilakukan selama pandemi. Sebagai mahasiswa aktif di organisasi, rasanya tidak enak badan jika hanya duduk di rumah berminggu-minggu tanpa melakukan kegiatan sosial. Untuk tetap bisa memberdayakan organisasi di masa pandemi, kami memutuskan mengadakan seminar online tentang menjaga kesehatan selama pandemic Covid-19, mematuhi protokol yang telah ditetapkan dan juga mengadakan kajian-kajian keislaman online.

Dengan adanya seminar kita dapat bertukar pikiran dengan teman-teman, membantu kita untuk terus berfikir dan juga meningkatkan relasi sosial walaupun melalui smartphone. Selain itu, kajian-kajian keislaman begitu penting untuk diikuti supaya kita dapat menambah ketaqwaan dan keimanan kita kepada Allah Swt. Memohon supaya pandemi ini akan segera berakhir dan insyaallah virus korona segera hilang dari bumi ini. Aamiiin.

Mungkin hanya itu beberapa kegiatan yang dapat saya bagikan bersama kalian. Masih sangat banyak hal lain yang dapat kalian lakukan selama di rumah dan sambil rebahan. Mari kita jadikan rebahan ini menjadi rebahan yang produktif, semoga bermanfaat![]

Penulis mahasiswi Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Editor : Ihan Nurdin

Program ini terselenggara berkat kerja sama antara aceHTrend dengan KPI UIN Ar-Raniry, Gramedia, dan PT Trans Continent