Komisi I Bahas Soal Anggaran Pilkada 2022 dengan KIP Kota Banda Aceh

ACEHTREND.COM, Banda Aceh – Pimpinan dan Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Kota Banda Aceh menggelar rapat dengan Komisi Independen Pemilihan (KIP) Kota Banda Aceh, Selasa (23/07/2020).

Rapat yang dipimpin langsung oleh Wakil Ketua I DPRK Banda Aceh, Usman,  berlangsung di Ruang Badan Musyawarah DPRK Banda Aceh. Salah satu yang dibahas terkait kesiapan pilkada Aceh khususnya di Banda Aceh pada tahun 2022 mendatang.

Ketua Komisi I DPRK Banda Aceh, Musriadi, usai rapat tersebut mengatakan, substansi pembahasan dalam rapat itu terkait proses penganggaran pilkada 2022. Hal ini merupakan tanggung jawab bersama antara eksekutif dan legislatif.

“Kita berharap dengan anggaran yang diajukan kali ini, efektivitas dan efisiensi itu harus diutamakan, artinya bahwa pilkada harus berjalan dengan mulus dan tidak ada persoalan-persoalan yang bertentangan dengan regulasi,” kata Musriadi.

Musriadi menambahkan, terkait pelaksanaan pilkada 2022 nanti, dirinya berharap pandemi Covid-19 bisa mereda supaya tidak menghambat pelaksanaan pilkada. Karena jikapun terhambat, itu akan membutuhkan energi, biaya, sekaligus menjadi fokus pihaknya dengan tetap melaksanakan protokoler dari pemerintah.
“Kita berharap Covid-19 ini cepat mereda agar tidak perlu lagi melaksanakan sistem protokoler saat pelaksanaan pilkada nantinya,” tuturnya.

Hal senada juga disampaikan Ketua KIP Kota Banda Aceh, Indra Milwardy. Pihaknya juga ingin menyampaikan ke legislatif  terkait perencanaan pelaksanaan pilkada yang akan dilaksanakan pada tahun 2022.

“Kalau memang dalam UUPA bahwa pilkada Aceh dilaksanakan pada 2022 nanti, maka ini sudah menjadi siklusnya kita untuk mengajukan anggaran kepada pihak pemko dan tentunya dengan sepengetahuan DPRK Banda Aceh,” kata Indra.

Persoalan regulasi dan berbagai perkembangan yang terjadi selama ini juga disampaikan dalam forum tersebut sebagai bahan masukan antara Komisi I dan KIP Kota Banda Aceh.

Turut hadir dalam rapat tersebut, Wakil Ketua II DPRK, Isnaini Husda, anggota Komisi I Syarifah Munira, Irwansyah, Tuanku Muhammad, dan M Arifin.[]

Editor : Ihan Nurdin