Pemkab Aceh Utara Siap Tampung Pengungsi Rohingya

Rapat Forkopimda Aceh Utara, Jumat, 26 Juni 2020.

ACEHTREND.COM, Lhoksukon – Pemerintah Kabupaten Aceh Utara siap menampung seratusan pengungsi Rohingya yang terdampar di perairan Aceh Utara sejak Kamis (25/6/2020). Bupati Aceh Utara Muhammad Thaib mengatakan, inisiatif itu dilakukan atas pertimbangan kemanusiaan dan sesuai petunjuk Perpres Nomor 125 tahun 2016 tentang Penanganan Pengungsi dari Luar Negeri.

“Kita sangat mengapresiasi atas penanganan cepat oleh pihak UNHCR, IOM, dan juga kerja sama pihak TNI dan Polri, juga pihak Imigrasi saat evakuasi dan pendataan pengungsi Rohingya,” kata Bupati Muhammad Thaib atau disapa Cek Mad kepada awak media, Jumat (26/6/2020).

Cek Mad menyebutkan, pemda dalam penanganan pengungsi dari luar negeri akan memfasilitasi sesuai dengan amanat Perpres 125/2016. Untuk itu, Bupati meminta pihak UNHCR dan Kantor Imigrasi untuk terus berkoordinasi agar penanganan terhadap pengungsi Rohingya dapat terlaksana dengan baik.

Sementara itu, pejabat Protection Associate of UNHCR, Oktina mengatakan pihaknya siap membantu pemerintah daerah dalam penanganan pengungsi etnis Rohingya tersebut. Pihaknya juga mengapresiasi Bupati dan pejabat Forkopimda Aceh Utara yang telah bekerja sama mengevakuasi pengungsi dari laut.

“Kami sangat mengapresiasi karena sudah dievakuasi. Yang penting mereka terselamatkan dulu, diberi bantuan air minum, makanan karena mereka telah lama bertahan di laut,” ungkap Oktina.

Dalam waktu dekat, lanjutnya, pihak UNHCR akan mendatangkan staf dari Kantor Jakarta untuk melakukan verifikasi dan pendataan ulang terhadap semua pengungsi tersebut.

Menurut Oktina, penanganan jangka panjang terhadap pengungsi luar negeri hanya ada tiga opsi, yaitu dipulangkan ke negara asal jika mereka mau, dilakukan integrasi lokal di negara penampung, atau dipindahkan ke negara tujuan. Semua itu harus dipelajari secara detail dengan cara melakukan pendataan dan verifikasi terhadap pengungsi itu sendiri.

Selain itu, Komandan Korem 011/Lilawangsa Kolonel Sumirating Baskoro pada kesempatan yang sama meminta semua pihak bekerja sama dan meningkatkan koordinasi dalam menangani pengungsi etnis Rohingya. Hal yang perlu segera dipikirkan adalah untuk mencari tempat penampungan yang layak.

Saat ini para pengungsi sudah dievakuasi dari kawasan pantai Lancok Kecamatan Syamtalira Bayu ke tempat penampungan sementara bekas gedung Kantor Imigrasi di Jalan Banda Aceh–Medan kawasan Punteut, Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe.

Menurut Kepala Kantor Imigrasi Lhokseumawe, Fauzi, kondisi bekas kantor tersebut sudah tidak layak dijadikan tempat penampungan. Bukan hanya kondisi bangunannya, tapi juga kondisi prasarananya sudah rusak dan sanitasinya tidak ada.

Untuk itu, Komandan Korem 011/Lilawangsa Kolonel Sumirating Baskoro, mengajak para pihak, terutama UNHCR, untuk segera mencari solusi agar lokasi penampungan yang layak bagi etnis Rohingya ini dapat segera terwujud.[]

Editor : Ihan Nurdin