ACT Siap Bantu Makanan Siap Saji untuk Pengungsi Rohingya di Lhokseumawe

ACEHTREND.COM, Lhokseumawe – Lembaga Kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) Cabang Lhokseumawe menyalurkan bantuan makanan siap saji kepada pengungsi Rohingya yang saat ini berada di tempat penampungan sementara di bekas kantor imigrasi Kota Lhokseumawe.

Tim Program ACT Lhokseumawe, Hidayatullah, mengatakan bantuan makanan yang disalurkan berupa makanan siap saji, air mineral, beras, dan perlengkapan anak-anak.

“Pengiriman bantuan dilakukan oleh tim ACT serta Masyarakat Relawan Indonesia, kami juga melakukan pembersihan tempat yang dijadikan penampungan,” jelas Hidayatullah.

Hidayatullah juga mengatakan, lokasi penampungan pengungsi Rohingya telah diisolasi total oleh pemerintah setempat. Tujuannya untuk memutus rantai penyebaran Covid-19. Pasalnya, perjalanan pengungsi Rohingya cukup panjang dan dikhawatirkan telah terinfeksi virus korona.

Kapal motor yang membawa 100 muslim Rohingya itu terlihat di perairan Aceh Utara pada Rabu (24/6/2020) siang. Ketika ditemukan oleh nelayan, kondisi kapal muslim Rohingya tersebut dalam keadaan kehabisan bahan bakar dan nyaris tenggelam.

“Para penumpangnya pun dalam kondisi ketakutan. Saat ada nelayan asal Aceh Utara melihat, mereka dikabarkan memberikan isyarat untuk diselamatkan. Nelayan dan masyarakat akhirnya menarik kapal tersebut hingga ke daratan,” katanya.

Hidayatullah menjelaskan terdamparnya kapal yang mengangkut muslim Rohingya di Aceh bukan kali pertama terjadi. Sebelumnya pada 20 April 2018 sebanyak 79 warga Rohingya diselamatkan nelayan di Kabupaten Bireuen. Kapal yang mengangkut 71 orang dewasa dan 8 anak itu tiba di Aceh setelah mendapat penolakan oleh otoritas Thailand dan Malaysia.

Lanjutnya, mereka kemudian ditampung sementara di gedung Sanggar Kegiatan Belajar Cot Gapu, Bireuen.

Jauh sebelum itu, pada 2015 silam, kapal yang bermuatan pengungsi Rohingya yang lari dari tanahnya sendiri akibat konflik kemanusiaan juga sampai ke Aceh. ACT sendiri merespons dengan membantun Hunian Nyaman Terpadu (ICS) untuk mereka. Dan kini, ICS tersebut masih digunakan untuk lokasi karantina Covid-19 oleh tim gugus tugas.[]

Editor : Ihan Nurdin