Kehilangan Pekerjaan saat Pandemi? Coba Gali Passionmu yang Lain, Ini Tips Ala Indra Dwi Prasetyo

Sejak munculnya Covid-19 banyak pekerjaan yang berubah karena pemerintah mengharuskan untuk bekerja di rumah. Akibatnya beberapa pekerja yang mengharuskan berada di luar rumah seperti fotografer, public speaker, hingga jasa konsultan harus kehilangan pekerjaan. Tak jarang banyak yang memutar otak menemukan passion lain untuk bisa bertahan dan bekerja dari rumah.

Meskipun sudah memasuki era new normal, tapi sebagian orang masih enggan melakukan kegiatan di luar. Oleh karena itu, para milenial harus mencari passion baru di era new normal ini.

Seperti yang disampaikan oleh Dwi Prasteyo saat acara Milenial Talks #3 yang diadakan Indonesian Milenial of Change melalui Google Meet membahas tentang I. Diskusi yang mengangkat tema Let’st Improve Your Skills and Find Your Passion berlangsung pukul 21.00 WIB, pada Rabu (24/06/2020).

Dalam sesi pembukaan, Indra Dwi Prasetyo–LPDP Awardee-Monash University Australia– mengatakan bahwa passion adalah sesuatu yang dapat be ubah-ubah, tergantung kebiasaan Anda. Apalagi di masa new normal saat ini.

“Sedikit cerita tentang teman saya tamatan S2 Inggris dengan jurusan psikologi. Sebelum datangnya pandemi Covid-19 ia adalah seorang konsultan hebat. Namun, saat pandemi ia tak bisa bekerja sebagai konsultan, akhirnya ia beralih pekerjaan berjualan online. Ia belajar tentang teori jualan online dan memulai menjual rendang saat pandemi dan hasilnya ia mendapatkan omset Rp10 juta di bulan pertama, dan omset Rp40 juta di bulan kedua. Dari taman saya kita belajar passion bisa berubah,” ujar Dwi kepada 60 partisipan yang hadir pada acara tersebut.

“Mememukan passion memang tak secepat berkendara dan menaiki pesawat menuju satu wilayah. Perlu waktu sesuai kadar kita masing-masing untuk menemukannya. Hal yang perlu kita lakukan cepat menemukan passion kita adalah mengubah pola hidup kita sehari harinya, istikamah, fokus, hindari hal-hal yang menyebabkan distraksi pada diri kita, dan carilah teman-teman yang sevisi dengan Anda,” lanjut Managing Director ID Next Leader ini.

Dalam menemukam passion ada tiga hal yang perlu diperhatikan: pertama kulitas. Kualitas adalah value atau nilai dari keseharian kita. Kualitas adalah aktivitas/pekerjaan yang paling kita suka yang sehari-hari kita lakukan dan membuat kita bahagia. Bisa jadi kebiasaan Anda membaca ataupun menonton adalah passion Anda.

Kedua kuantitas. Kuantitas dari diri Anda adalah aktivitas yang Anda lakukan sehari-hari dan Anda tidak menyukai pekerjaan itu. Misalnya Anda terlahir di dalam keluarga pedagang dan Anda tidak terlalu suka berdagang, bisa jadi itu adalah passion Anda.       

Ketiga apresiasi. Apresiasi adalah aktivitas yang biasa Anda lakukan dan orang lain rela untuk membayar aktivitas Anda. Misalnya Anda terbiasa menulis artikel dan beberapa orang membutuhkan jasa kepenulisan artikel Anda. Bisa jadi itu adalah passion anda.

Di akhir diskusi moderator Ismail Sigalingging menyimpulkan, “Intinya kita harus fokus dengan apa yang harus lakukan. Passion itu dapat berubah, tetapi tugas kita jangan pernah menyerah dan lelah, jika gagal bangkit lagi sampai apa yang kita impikan terwujud. Temukan passionmu up grade skillmu,” tutupnya.[]

Editor : Ihan Nurdin