Ketahui Fakta Uji Coba Vaksin Virus Corona di Inggris

ilustrasi

Covid-19 menjadi trending topik yang dibahas di seluruh dunia. Dampak yang ditimbulkan oleh virus yang satu ini membuat banyak orang membicarakannya. Sebab, virus yang muncul mulanya di Kota Wuhan, Cina, kini membuat semua orang di seluruh dunia kewalahan.

Beberapa negara memilih untuk lock down sampai berbulan-bulan, orang-orang diharapkan tetap berada di rumah untuk meminimalisir penyebaran virus ini. Walaupun berbagai upaya telah dilakukan, tetap saja banyak yang mengalami korban akibat keganasan virus ini.
Sebagian ada yang sembuh dari penyakit ini, tapi banyak juga yang meninggal dunia dengan cara yang cukup menyedihkan. Di mana orang yang meninggal akibat Covid-19 tidak boleh dilihat oleh anggota keluarganya, bahkan untuk mengantarkan ke pembaringan terakhirnya saja harus dibatasi.

Tiap hari, ada saja korban terinfeksi Covid-19, selama vaksinnya belum ditemukan maka ada saja yang terkena virus ini. Para ilmuwan terus berusaha untuk menemukan vaksin dari virus yang mematikan ini.

Salah satu pengembangan vaksin Covid-19 yang berada di Inggris sudah memasuki tahap uji coba. Berikut fakta terkait uji coba vaksin corona di Inggris sebagaimana dikutip dari situs kesehatan halodoc.com.

Penelitian para ilmuwan di Universitas Oxford, Inggris melibatkan sekitar 300 orang akan mendapatkan vaksin corona dalam kurun waktu beberapa minggu mendatang.
Sebelumnya tes pada hewan telah menunjukkan jika vaksin tersebut aman dan memicu respons imun yang efektif. Dengan tidak ada efek samping yang timbul pada hewan, percobaan pada manusia akan dilakukan. Ada sekitar 120 program vaksin yang sedang berjalan sejauh ini.

Lalu, bagaiman cara vaksin corona tersebut bekerja? Vaksin ini dibuat berdasarkan versi lemah dari virus flu biasa (adenovirus) pada simpanse yang telah dimodifikasi sehingga tidak dapat menyerang manusia. Awalnya, penelitian akan mengambil gen dari ujung protein pada permukaan virus corona. Setelah itu, akan dilakukan pengolahan, sehingga virus tersebut menjadi tidak berbahaya untuk menghasilkan vaksin. Para peneliti memberi nama vaksin ini dengan ChAdOx1 nCoV-19.

Setelah itu, vaksin tersebut akan diinjeksi pada tubuh seseorang. Vaksin tersebut akan memasuki sel tubuh yang setelahnya mulai menghasilkan ujung protein dari virus tersebut. Cara ini akan membuat sistem antibodi tubuh memproduksi dan mengaktivasi sel-T yang berguna untuk membunuh semua sel yang terinfeksi. Saat orang yang telah mendapat vaksin terserang penyakit tersebut, antibodi dan sel-T sudah siap untuk melawan virus tersebut.
Nah, sekarang apa yang terjadi pada tubuh setelah seseorang mendapatkan vaksin virus corona?

Orang-orang yang diteliti tersebut diberikan catatan digital untuk memperbarui segala gejala yang dialami mereka dalam waktu 7 hari setelah vaksin diterima.

Selain itu, untuk memantau paparan dari Covid-19 pada orang yang tidak menimbulkan gejala, peserta di beberpa daerah akan diminta untuk menggunakan penyeka di rumah yang akan dikirim ke laboratorium untuk pengujian.

Setelah vaksinasi, orang-orang tersebut akan mendapatkan beberapa kali kunjungan untuk tindak lanjut secara singkat. Selama kunjungan, tim peneliti akan memeriksa tubuh, sampel darah, dan melihat catatan digital yang sudah diisi. Dari sampel darah yang diambil dapat digunakan untuk menilai respons imun terhadap kemampuan dari vaksin tersebut.

Untuk menilai apakah vaksin tersebut berfungsi untuk melindungi seseorang dari virus corona, ahli statistik akan melakukan perbandingan terkait jumlah infeksi pada orang yang mendapat vaksin. Dikarenakan angka penyebaran dari virus corona di Inggris sudah menurun drastis penelitian ini akan dilanjutkan di Afrika Selatan dan Brazil. Semoga saja  vaksin ChAdOx1 nCoV-19 benar ampuh mengatasi penyebaran dari virus corona.[]

Editor : Ihan Nurdin